Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
43 hari di desa Reban kecamatan Reban kabupaten Batang, memberikanku banyak sekali pengalaman. Sebagai seseorang yang tidak mengerti bahasa Jawa Kromo aku mencoba membaur sebaik mungkin dengan para warga. Walau hanya bisa menjawab 'nggih' saja tapi tak mengapa, mereka tetap begitu baik dan ramah. Oh iya, 43 hari di Reban merupakan kewajiban yang harus aku jalani sebagai mahasiswa semester 7 dan mengambil KKN Lokasi Unnes Tahap 2. As you know, KKN Lokasi akan mengirimkan kita ke daerah-daerah yang membutuhkan bantuan dalam perihal pemberdayaan masyarakat dan potensi daerahnya. Kebanyakan daerah yang dijadikan sasaran untuk tempat KKN Lokasi berada di luar kota dan kabupaten Semarang. Seperti kabupaten Batang salah satunya, yang memang bisa ditempuh selama 2 jam perjalanan dari Semarang. Batang itu keren, banyak sekali lahan-lahan yang masih berupa hutan atau disini lebih sering disebut dengan alas. Membuatku berpikir jika di dekat ibu kota provinsi di pulau Jawa saja masih ada daerah yang seperti ini bagaimanan dengan daerah lainnya? Entahlah.


Banyak Alas di Batang
Tidak sulit bagiku untuk beradaptasi dengan udara di Reban yang begitu adem. Sungguh, bisa terlepas dari panasnya Semarang dengan KKN di daerah adem seperti itu sangat layak untuk disyukuri. Selama KKN aku dan kelompokku tinggal di rumah Pak Lurah desa Reban. Beliau begitu baik dan perhatian kepada kami. Ibu Lurah yang selalu menyiapkan makanan untuk kami juga tidak menganggap kami sebagai tamu atau orang lain. Kebetulan beliau berdua terbilang masih muda sehingga menganggap kami sebagai adik-adiknya sendiri. Anak Pak Lurah yang paling besar baru kelas 1 SD, namanya Alenata. Ale adalah nama panggilannya, dia sangat menggemaskan dengan perut besar dan pipi chubby-nya. Serta ada si bungsu, namanya Alo. Alo belum genap 2 tahun tapi sudah terlihat jelas jika dia besar nanti dia pasti akan menjadi gadis yang cantik. Tak ketinggalan ada pula Om Agus yang selalu membantu Pak Lurah. Om Agus ini memberikan banyak bantuan selama kami KKN di Reban. Terimakasih ya Pak, Bu, Le, Lo, dan Om.

Begitu banyak tantangan yang didapatkan di KKN Lokasi ini. Yup, bayangkan kamu harus bersama orang yang belum pernah kamu kenal sebelumnya selama 43 hari. Dimulai dari satu kamar, satu rumah, satu tugas, dan satu tujuan. Ini tidak mudah, kawan. Ketika pengumuman kelompok KKN muncul aku tidak mengenal satu pun dari anggota kelompokku. Kami baru bertemu ketika pembekalan KKN. Orang Jawa bilang mendapatkan teman kelompok KKN itu 'bejo-bejonan'. Kalau kamu mendapatkan teman yang kooperatif, mampu memposisikan diri dengan baik, dan bisa saling mengisi kekurangan satu sama lain maka you have to being thankful, bro!


Foto bersama KKN Unnes Ds. Reban 2015 dan Keluarga Pak Lurah
Tapi, mau seperti apapun kondisi KKN kamu tetaplah jalani dengan sepenuh hati. Perjalanan selama KKN sama dengan hidup yang kita jalani. Ada senang, ada sedih, ada tawa, ada air mata. Aku belajar bagaimana bekerja dibawah banyak tekanan, belajar bekerja sama dengan orang yang berbeda cara kerjanya, dan belajar bagaimana sulitnya mengamalkan hadist yang berbunyi "Janganlah engkau marah, niscaya bagimu surga - H.R Thabrani.". Sulit memang tapi ya jalani saja, tak usah mengeluh, nikmati semua manis pahitnya. Aku bersyukur dengan semua yang aku dapatkan selama KKN, banyak hikmah yang bisa diambil dari sana dan tentu cerita yang bisa dikenang nantinya. Jika kamu senang tantangan maka kamu akan menikmati perjalanan ini tapi jika tidak maka kamu cuma akan mengeluh, berharap KKN berakhir secepat mungkin, dan pada akhirnya akan membuat teman di kelompokmu bosan dengan semua keluhanmu. Sungguh, KKN ini sangat menantang dan layak untuk ditaklukan. Tapi santai saja, KKN Lokasi juga memberikan kamu banyak kesempatan untuk piknik kok jadi bisa sekalian explore hehe.

Kelompok KKNku terdiri dari 11 mahasiswa yang berasal dari 4 fakultas yaitu FIP, FIS, FE, dan FT. Untuk posisi 8 orang perempuan ada aku, Yessy, Itsna, Arina, Irma, Desi, Rohmah dan Dayah lalu untuk posisi 3 orang laki-laki ada Albar, Akrom, dan Zaenal. Kami tidak hanya memiliki kewajiban menjalankan program di desa saja tetapi juga di kecamatan. Nah untuk menjalankan program di kecamatan ini kami perlu berkoordinasi dengan kelompok KKN dari desa lainnya di kecamatan Reban yang seluruhnya berjumlah 19 desa. Salah satu dari banyaknya keuntungan KKN Lokasi adalah kamu akan mendapatkan banyak teman baru. Dengan adanya program tingkat kecamatan ini kamu akan berkenalan dengan teman dari desa lainnya. Ini menyenangkan karena kamu bisa sharing apa saja dengan mereka, bahkan jujur saja, aku lebih akrab dengan teman laki-laki dari desa lain dibanding dengan desa sendiri hehe. Kebanyakan anak-anak yang aktif di kegiatan kecamatan adalah mereka yang menjadi perwakilan dari desa dan memiliki tingkat kepedulian serta kontribusi lebih tinggi dibanding dengan yang lainnya. Tak jarang aku mendapatkan keluhan yang bilang "kegiatan di desa saja kami sudah pusing apalagi untuk ikut mengurus kegiatan di kecamatan.". Sebenarnya semua itu tergantung niat, kalau memang kamu berniat ingin ikut serta di kegiatan kecamatan maka kamu akan menemukan bagaimana caranya, seperti membagi tugas-tugas misalnya.


Selfie setelah senam Pagi bersama anak-anak Madin Gumelar 
Kita tidak harus selalu stand by di desa untuk menjalankan setiap program, karena apa gunanya penanggung jawab jika semua anggota harus selalu stand by di desa. Aku bersyukur sekali mempunyai teman sekelompok yang mengerti akan 'pembagian tugas'. Dari semua anggota, mungkin aku salah satunya yang tidak selalu standy by di desa untuk menjalankan berbagai program karena aku mendapatkan tanggung jawab lain di kecamatan. Dan teman kelompokku mengerti itu, khususnya kalian hei para Tante KKN Entut (panggilan kesayangan untuk teman perempuan di kelompokku hehe). Terimakasih sekali karena kalian begitu mengerti posisiku. Kalian mengerti akan skala prioritas yang aku gunakan dalam menjalankan program-program. Kalian memaklumi jika aku selalu kesana-kemari mengurus urusan kecamatan. Kalian selalu memberikan semangat jika aku sudah pusing dengan panggilan telepon dari berbagai pihak di kecamatan (terutama panggilan telepon ketika subuh-subuh hiks). Kalian menjadi reminder jika suaraku yang tidak bermaksud berteriak ini sudah keterlaluan. Kalian perempuan tangguh, sungguh (terbukti dengan bisa pasang plang sendiri misalnya #eh). Terimakasih ya Tante Entut... I love you to the moon and back (p.s: kurangi waktu untuk bikin alisnya ya wkwk).


Ke Pasar Malam Reban bersama para Tante Entut (Taken by: Desi, makanya di foto cuma ber-7)
Tak lupa untuk teman-teman di kecamatan yang sudah memberikan banyak kontribusi baik berupa waktu, tenaga, pikiran bahkan materinya, kalian luar biasa. Kalian adalah orang-orang terpilih yang memang aware akan tanggung jawab kita sebagai mahasiswa. Ini bukan hanya tentang diri kita, tapi ini juga tentang membawa nama baik almamater kita di tingkat kecamatan Reban dan kabupaten Batang. Berhasil mengadakan Penanaman Pohon Tingkat Kecamatan, Turnamen Voli KKN Reban Cup, dan ikut serta di Gebyar Posdaya se-Kabupaten Batang adalah moment-moment keren yang sudah kita torehkan bersama. Senang bisa bekerja sama dengan kalian yang sebetulnya belum aku kenal dengan baik. Tapi memang disanalah justru letak kekerenan kita, karena kita belum saling mengenal terlalu lama tetapi sudah saling percaya untuk dapat menuliskan cerita hebat bersama. Terimakasih ya.


Main sebentar bersama kelompok dari desa Karanganyar dan Pacet
Foto bareng di Pendopo Kabupaten Batang setelah Gebyar Posdaya
Tak lupa berfoto setelah turnamen voli KKN Reban Cup 2015 (biar kekinian wkwk)
Dan untuk Reban... terimakasih untuk kebaikan, kasih sayang, serta kesederhanaan yang telah kamu ajarkan. Senang sekali bisa bersamamu walau hanya dalam waktu yang singkat. Aku akan kembali mengunjungimu, walau entah kapan. Hhmmm mungkin ketika Ale syukuran sunatan hehe.
Sampai jumpa lagi Reban dan teman-teman. Semoga Allah selalu melindungi kita semua. Xoxo.
Aku kembali ke sekolah. Bukan untuk observasi atau melakukan penelitian. Bukan juga untuk mencari dedek gemes atau jajanan murah khas anak OSIS.
Aku kembali ke sekolah sebagai seorang PTP a.k.a Pengembang Teknologi Pembelajaran. Yup, di jurusanku di Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang ada berbagai profesi yang bisa diambil ketika mahasiswa PPL atau Praktik Pengalaman Lapangan. Ada yang menjadi guru Multimedia atau TIK, ada yang menjadi pengembang media di dinas atau perusahaan, ada yang menjadi pengembang kurikulum di lembaga diklat atau dinas pendidikan, dan juga menjadi PTP yang tugasnya menurutku 'lumayan' berat. 
Profesi PTP memang masih sedikit yang mengetahuinya, ya memang antimainstream sih. Tugas utama PTP adalah memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja guru, siswa dan sekolah sebagai suatu organisasi. Terlihat sederhana, kah? Tentu tidak. Karena disana kami para PTP harus berkutat dengan sumber belajar yang ada di sekolah, media pembelajaran, rencana pembelajaran, peningkatan kualitas guru dan sederet program kerja lainnya.

Salah satu program PTP adalah menyelenggarakan diklat bagi guru.
Lebih kurang 3 bulan aku akan berada di sekolah sebagai PTP. Baru 1 bulan yang telah terlewati. Oh iya, aku menjadi PTP di SMP 1 Kudus, SMP yang termasuk sekolah favorit di Kudus. Sekolah yang bagus memang, maklum dulu sudah sempat ikut program RSBI jadi pantas saja jika fasilitas di sekolah ini sangat baik. Sebagai seorang PTP aku akan lebih dekat dengan bapak ibu guru, dibanding dengan para siswa (re: anak-anak). Aku sempat mengira guru-guru disini jutek-jutek karena beliau-beliau mengajar di sekolah bagus, tapi ternyata tidak sama sekali. Alhamdulillah bapak ibu guru sangat baik. Beliau-beliau menerima kami para mahasiswa PPL dengan baik. Memberikan kami kenyamanan dan dengan baik hati mau membimbing kami. Aku pun bersyukur memiliki team PPL yang menyenangkan dan saling pengertian terhadap satu sama lain. 

Lomba Agutusan di sekolah bersama anak-anak.
Dan ini lah salah satu bagian terbaik ketika kamu di sekolah; anak-anak. Anak-anak SMP 1 Kudus pintar dan aktif. Serius deh. Ya wajar kali kan sekolah favorit. Dengan kondisi siswa yang pintar dan aktif ini membuat guru harus semakin kreatif dalam mengajar. Kalau metode belajar yang digunakan oleh guru membosankan maka jangan salahkan anak jika mereka tidak mendengarkan. 
Kesempatan aku untuk dekat dengan anak-anak hanya ketika Pramuka atau ekskul dan jika ada jam kosong atau ada guru yang tidak bisa masuk kelas dan meminta aku untuk menggantikannya. Mereka sangat unik. Menyenangkan bisa berada di sekitar mereka. Apalagi jika bersama kelas 7. Mereka tidak segan-segan untuk bertanya apa saja. Semua pertanyaannya pun lucu-lucu, memperlihatkan kepolosan mereka. Pipi mereka yang chuby disertai dengan seragam Pramuka lengkapnya membuat aku selalu menyebut mereka para Russell. Kamu tau Russell, kan? Itu lho anak Pramuka chuby di film kartun Up hehe.

Anak-anak dengan seragam Pramukanya ketika di pos KIM (Kemampuan Indra Manusia) Persami.
Dengan melihat tingkah laku mereka aku banyak berrefleksi. Refleksi tentang diriku yang ternyata semakin dewasa, semakin banyak mengemban tugas, semakin harus cerdas dalam bersikap. Refleksi tentang mereka, anak-anak generasi milenium, anak-anak yang cenderung sulit dipisahkan dengan gadgetnya, anak-anak yang berbeda-beda sikap dan potensinya.
Sekolah memang selalu menyenangkan. Entah kamu sebagai siswa ataupun sebagai guru. Antara menemukan hal baru dan kenangan lama, nostalgia waktu sekolah dulu. Tak menyangka kembali ke sekolah akan begitu memberikan banyak warna seperti ini. Terimakasih Allah, semoga 3 bulan disini menghasilkan banyak cerita hebat untuk bisa dikenang nantinya.

Bersama anak-anak ketika Persami di sekolah.
Apa jadinya bila suatu kelas terdapat murid tetapi tak ada guru ? Rasanya kekacauan lah yang akan terjadi di kelas itu, bukan suatu proses pembelajaran yang semestinya diharapkan. Begitu pula peristiwa yang terjadi di suatu Sekolah Dasar di Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Kelas yang pada waktu itu seharusnya diisi dengan pelajaran Agama justru diisi dengan kekerasan yang dilakukan sejumlah siswa laki-laki dan seorang siswi perempuan terhadap teman sekelasnya sendiri seorang siswi yang berinisial DNA. Saat kejadian berlangsung sang guru Agama yang seharusnya mengisi kelas malah pergi untuk mengajar di sekolah lain.
Terlepas dari penyebab utama terjadinya kekerasan yang berawal dari bullying, kasus tersebut disorot banyak pihak karena kondisi ketidakberadaannya guru di dalam kelas. Bagaimana bisa seorang guru meninggalkan kewajibannya untuk mengajar begitu saja ? Terlebih kelas yang ditinggalkannya adalah kelas V Sekolah Dasar dan merupakan mata pelajaran Agama. Selain kasus tersebut terdapat pula berbagai berita lain terkait guru yang membuat miris publik. Diantaranya yaitu “Guru Mencabuli Belasan Siswa”, “Guru Tikam Guru di Depan Murid Hingga Tewas”, “Guru Nyambi Jadi Mucikari Dibekuk Saat Antar Pesanan”, dll.[1]
Sosok guru yang merupakan kunci kesuksesan dari proses pendidikan telah diragukan peranan dan eksistensinya. Degradasi moral di kalangan guru tentunya akan membuat kualitas pendidikan di negeri ini ikut mengalami kemerosotan. Karakter guru yang sudah tak layak lagi menjadi panutan murid-muridnya menjadi permasalahan yang kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Murid yang membutuhkan bimbingan dari seorang guru baik di dalam maupun di luar kelas tentunya ingin memiliki seorang guru yang mampu menjadi panutannya. Seorang guru ideal yang cerdas dalam berpikir, lembut dalam bertutur, dan sopan dalam bersikap. Sosok guru idaman seperti itulah yang dirindukan oleh para murid.
Dalam mengajar guru tidak hanya sekedar transfer ilmu saja tetapi juga transfer nilai. Transfer ilmu akan berguna bagi kebutuhan kognitif dan psikomotoriknya dan transfer nilai bagi kebutuhan afektifnya. Karakter murid yang dibentuk ketika pendidikan dasar hingga menengah sangat menentukan masa depannya kelak, apakah nanti dia akan menjadi seorang pekerja keras yang jujur atau pemalas yang egois. Bangsa Indonesia membutuhkan generasi muda yang tangguh yang tentu saja harus merupakan seorang pekerja keras yang jujur. Proses pengajaran dari seorang guru lah yang akan berdampak pada masa depan bangsa ini. Seperti yang diungkapkan Ki Hadjar Dewantara, pendidikan merupakan kunci pembangunan sebuah bangsa. Guru lah yang mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pendidikan tersebut dan itu berarti guru pula lah yang akan mencetak generasi pembangun Indonesia ke depannya.
Seorang guru dituntut untuk memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Apabila keempat kompetensi tersebut sudah terpenuhi maka tidak akan terjadi seorang guru lalai dalam menjalankan amanahnya sebagai pendidik. Namun realita saat ini yang memperlihatkan perubahan pada sosok guru menunjukkan bahwa tidak semua guru memiliki keempat kompetensi tersebut. LPTK atau Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan yang mencetak lulusan guru hendaknya mengadakan evaluasi dalam kurikulum yang diberikan. Jika kurikulum yang diberikan tidak mengalami perubahan dan tidak sesuai dengan perkembangan zaman yang turut mempengaruhi kompetensi guru maka sosok-sosok guru idaman pun akan semakin menjauh.
Selain itu kompetensi mahasiswa calon guru yang akan masuk LPTK pun hendaknya turut diperhatikan. Bukan sesuatu yang sulit rasanya jika diawal penerimaan mahasiswa calon guru pihak kampus mengadakan tes kepribadian terlebih dahulu. Guru bukan lah suatu profesi biasa. Menjadi seorang guru harus memiliki pribadi yang baik yang akan memberikan contoh bagi masyarakat di sekitarnya. Menjadi seorang guru pun tentunya harus sabar dan telaten dalam mengajar, mendidik, membimbing, dan melatih para muridnya. Bila tak ada potensi untuk memiliki kriteria tersebut sebaiknya urungkan saja.
Profesi guru merupakan suatu profesi yang terhormat di mata masyarakat. Karena guru merupakan suatu profesi yang paling tua di dunia. Guru telah menorehkan tapak sejarah yang begitu mendalam bagi kehidupan masyarakat.[2] Sudah saatnya guru kembali mengembalikan citranya agar menjadi sosok yang diteladani di tengah-tengah masyarakat. Memang tak dapat dipungkiri guru pun hanya lah seorang manusia biasa yang tidak akan luput dari kesalahan. Tetapi sebagai seorang manusia yang bertanggungjawab hendaknya siapa pun itu yang berkeinginan menjadi guru menyadari hal tersebut. Menyadari untuk senantiasa menjadi pribadi yang selalu berusaha menebarkan kebaikan di sekitarnya khususnya bagi para murid yang dikasihinya.
Peran berbagai pihak dalam membentuk sosok guru idaman bagi murid pun turut berpengaruh. Orangtua murid tidak boleh melepaskan begitu saja tanggung jawab untuk mendidik anaknya kepada guru. Jalinan komunikasi antara guru dan orangtua murid harus terjaga dengan baik. Guru hanya mampu mengawasi anak didiknya selama di sekolah saja, selebihnya tetap kembali kepada orangtua. Pemerintah sebagai pemegang kebijakan juga turut andil dalam membentuk sosok guru ideal bagi pendidikan di Indonesia. Dengan adanya kerjasama dari berbagai pihak tersebut maka bukan suatu ketidakmungkinan guru akan menjadi sosok yang dirindukan oleh muridnya untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan juga kasih sayang. (*Mahasiswa TP FIP Unnes 2012)




[1]Sumber http://www.liputan6.com/tag/guru diakses hari Senin 27 Oktober 2014 pukul 09.00 WIB
[2]Imam Wahyudi, Mengejar Profesionalisme Guru (strategi praktis mewujudkan citra guru professional), (Jakarta: Prestasi Pustakaraya, 2012) hlm. 57.


Pernahkah Anda membayangkan dapat terhubung dengan internet hanya dengan cara duduk di bawah sebuah bohlam lampu? Jika Anda belum sempat membayangkannya, maka sekarang Anda tidak perlu membayangkannya karena dalam beberapa tahun ke depan hal tersebut akan benar benar ada di hadapan Anda. ya, beberapa tahun lagi akan ada sebuah teknologi wireless terbaru berbasiskan cahaya yang dinamai Li-fi.
Dengan penemuan teknologi wireless terbaru ini, Anda akan segera menemukan bola lampu mobil Anda, cahaya lampu di kamar Anda, lampu di kereta bawah tanah, lampu senter dari ponsel Anda dan sumber cahaya lain yang akan memberikan Anda akses internet dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sangat menarik dan sangat layak untuk ditunggu.
Teknologi Li-fi adalah tonggak sejarah baru dalam sejarah teknologi informasi. Anda pasti sudah membayangkan bahwa Teknologi Li-Fi akan menjadi sesuatu yang super cepat. Ya, teknologi Li-fi atau light-fidelity akan mentransmisikan data secara nirkabel dengan kecepatan tinggi dengan menggunakan dioda yang memancarkan cahaya. Kecepatan yang ditransmisikannya diyakini dapat melampau kecepatan teknologi wireless lainnya, seperti wi-fi, Bluetooth, dan lainnya. Teknologi Li-Fi ini ditunjukkan untuk pertama kali pada tahun 2012 di Consumer Electronics Show di Las Vegas dengan menggunakan sepasang smartphone Casio untuk pertukaran data dengan menggunakan cahaya dari berbagai intensitas yang dilepaskan dari layar mereka, yang manmpu terdeteksi hingga jarak sepuluh meter.
Pada bulan Oktober 2011 sejumlah perusahaan dan kelompok industri membentuk Konsorsium Li-Fi, untuk mempromosikan teknoogi sistem optik nirkabel berkecepatan tinggi ini dan juga untuk mengatasi terbatasnya jumlah radio berbasis spektrum nirkabel yang tersedia dengan memanfaatkan bagian yang benar-benar berbeda dari spektrum elektromagnetik. Konsorsium percaya bahwa teknologi ini bisa mencapai kecepatan lebih dari 10 Gbps, secara teoritis memungkinkan sebuah film definisi tinggi untuk di-download dalam waktu hanya 30 detik saja.
Cara Kerja Teknologi Li-Fi
Fungsi dan cara kerja dari teknologi baru Li-Fi ini sangatlah sederhana. Anda harus memiliki sumber cahaya di salah satu ujung seperti LED, dan juga sumber cahaya lain seperti detektor foto (Light Sensor) di ujung lainnya. Begitu LED mulai bersinar, foto detektor atau sensor cahaya pada ujung lainnya akan mendeteksi cahaya dan diartikan sebagai biner 1. Bagaimana data akan dikirimkan melalui teknologi Li-Fi ini?
Menyalakan cahaya LED dalam jumlah tertentu akan membuat sebuah pesan tertentu yang akan dikirimkan. Kilatan cahaya tersebut kemudian akan ditangkap oleh detector cahaya yang akan menerima pesan yang disampaikannya tersebut. Sekarang, bayangkan jika ada beberapa LED dengan warna yang berbeda, berkedip bersama-sama dan membangun informasi yang sangat besar untuk dikirimkan secara sekaligus. Untuk saat ini bisa diperkirakan jika laser warna hijau dan laser warna merah digunakan secara bersamaan akan dapat mengirimkan data pada kecepatan 1 Gbps.
Keuntungan dan tantangan Teknologi Li-Fi
Salah satu Keuntungan paling besar dari Teknologi Li-Fi ini adalah kemudahan akses internet dengan kecepatan tinggi di daerah-daerah terpencil yang tidak bisa dijangkau oleh kabel optik. Anda pasti sering merasa kesulitan ketika mengatur posisi wi-fi router agar terjangkau oleh semua ruangan di rumah Anda dengan baik. Nah, hal tersebut tidak akan terjadi lagi pada teknologi li-fi ini.
Bayangkan Bagaimana jika semua lampu di kamar Anda dapat berkomunikasi satu sama lain dan menciptakan sebuah jembatan jaringan nirkabel untuk menyediakan akses internet? Jika hal tersebut terjadi maka teknologi Li-Fi akan menjadi solusi optimal dan terbaik dibanding dengan teknologi Wi-Fi. Teknologi li-Fi juga dapat digunakan untuk memperluas jaringan nirkabel di rumah Anda, kantor ataupun juga universitas.
Teknologi Li-Fi juga dapat digunakan untuk mengontrol kondisi lalu lintas dengan menempatkan teknologi baru ini ke LED mobil. Hal ini juga dapat digunakan dengan lampu overhead pesawat. Selain keunggulan yang dimilikinya tersebut, teknologi Li-Fi juga memiliki beberapa tantangan yang harus dihadapinya. Teknologi Li-Fi memerlukan line-of-sight yang sempurna untuk mengirimkan data. Tantangan berat lainnya dalam harus dihadapi oleh teknologi li-fi ini, yaitu bagaimana caranya data dapat dikirimkan kembali ke pemancar secara optimal. Hanya waktu yang akan menjawabnya.


Perkembangan setiap segi kehidupan manusia di abad ke 21 ini semakin maju dan berkembang.  Dimulai dari segi sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, politik, dan teknologi. Perkembangan dalam berbagai segi kehidupan manusia tersebut menimbulkan perubahan dalam mekanisme setiap masing-masing segi. Di sisi lain, perubahan dalam mekanisme suatu segi yang satu ikut mempengaruhi mekanisme segi yang lain. Hal tersebut dikarenakan adanya saling keterkaitan antara segi yang satu dengan segi yang lain. Sebagai salah satu contohnya yaitu terjadi pada segi teknologi dan segi pendidikan.
Perkembangan teknologi memang selalu mengalami peningkatan yang sangat pesat. Hal ini terbukti dengan digunakannya komputer, smartphone, hingga internet dalam berbagai segi kehidupan. Tidak hanya di kalangan instansi-instansi pemerintahan atau swasta saja yang bisa menggunakannya, masyarakat awam pun saat ini bisa mengaksesnya dengan begitu bebasnya. Karena memang banyak diakui penggunaan produk-produk teknologi tersebut telah banyak membantu mempermudah setiap orang dalam mengerjakan pekerjaannya.
Terlebih teknologi internet yang sangat banyak memberikan berbagai informasi bagi setiap penggunanya. Mengingat betapa pentingnya hal tersebut maka para programmer berusaha membuat dan mendesain berbagai program-program dan aplikasi yang dibutuhkan oleh para penggunanya saat melakukan browsing internet. Tujuannya agar setiap pengguna internet bisa semakin mudah dalam mencari informasi atau materi yang dibutuhkannya.
Salah satu media yang digunakan para pengguna internet dalam mempermudah pengaksesan yaitu dengan menggunakan Mikrotik. Mikrotik adalah adalah sistem operasi komputer dan perangkat lunak komputer yang digunakan untuk menjadikan komputer biasa menjadi router. Mikrotik dibedakan menjadi dua yaitu operation sistem Mikrotik atau lebih dikenal Mikrotik OS dan Mikrotik Board.
Oleh karena itu, makalah ini dibuat untuk menjelaskan mengenai sistem operasi Mikrotik yang saat ini terbilang cukup banyak penggunanya.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download makalah dan PPT di link berikut ini.


Memasuki abad ke 21 seperti saat ini perkembangan dalam berbagai bidang kehidupan semakin maju dan berkembang. Berbagai bidang ikut mengalami perkembangan, mulai dari bidang sosial budaya, ekonomi, pendidikan, politik, dan teknologi. Perubahan dalam semua bidang tersebut membuat bidang yang satu ikut mempengaruhi bidang yang lain. Hal itu dikarenakan adanya saling keterkaitan antara bidang yang satu dengan bidang yang lain. Salah satu contohnya yaitu pada bidang pendidikan dan bidang teknologi.
Bidang teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat dan cepat. Perkembangan dalam bidang teknologi tersebut ikut mempengaruhi perkembangan dalam bidang pendidikan karena saat ini telah banyak hasil produk bidang teknologi yang digunakan dalam bidang pendidikan. Salah satu contoh hasil produk teknologi yang digunakan dalam bidang pendidikan yaitu sebagai media pembelajaran dan sebagai bidang kajian. Salah satu bidang teknologi yang perkembangannya cukup pesat dan juga ikut digunakan dalam bidang pendidikan adalah komputer. Perkembangan dalam bidang komputer dinilai sangat tinggi mengingat hampir setiap saat bermunculan berbagai macam aplikasi-aplikasi teknologi terbaru.
Diantara banyaknya teknologi  tersebut, munculah teknologi Cloud Computing. Cloud Computing atau yang sering kita sebut dengan komputasi awan merupakan  suatu model komputasi dimana sumber daya seperti daya komputasi, media penyimpanan (storage), jaringan (network) dan software dijalankan sebagai layanan melalui media jaringan, bahkan dapat diakses di tempat manapun selama terkoneksi dengan internet.
Oleh karena itu, makalah ini dibuat untuk menjelaskan tentang teknologi Cloud Computing yang saat ini telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download makalah dan PPT di link berikut ini.


Seiring dengan kemajuan teknologi yang mengglobal telah berpengaruh dalam segala aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, seni dan bahkan di dunia pendidikan. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini.
Perkembangan teknologi di setiap waktunya memang selalu mengalami perubahan yang terbilang pesat. Perubahan dalam perkembangan teknologi tersebut terbukti dengan selalu meningkatnya berbagai macam produk teknologi itu sendiri. Dimulai dari penggunaan produk seperti komputer, smartphone, hingga internet dalam berbagai bidang kehidupan. Para subyek penggunanya juga tidak hanya dari kalangan-kalangan atas saja, tapi juga telah menembus ke kalangan menengah ke bawah karena memang saat ini produk teknologi tersebut sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap orang untuk membantu mempermudah dalam mengerjakan pekerjaannya.
Terlebih teknologi internet yang sangat banyak memberikan berbagai informasi bagi setiap penggunanya. Di dalam dunia internet pun komponen-komponennya banyak menggunakan berbagai teknologi yang dibuat oleh para programmer. Para programmer sadar pengembangan teknologi dalam internet sangatlah penting sehingga mereka pun berusaha membuat dan mendesain berbagai program-program dan aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan oleh para penggunanya saat melakukan browsing internet. Tujuannya agar setiap pengguna internet bisa semakin mudah dalam mencari informasi atau materi yang dibutuhkannya.
Salah satu media yang digunakan para programmer dalam membuat dan mendesain berbagai program dan aplikasi di internet yaitu dengan menggunakan jQuery. jQuery adalah sebuah framework berbasiskan JavaScript. Apabila dilihat dari perkembangannya teknologi jQuery ini terbilang cukup pesat dan memang saat ini penggunaannya pun cukup banyak di jumpai berbagai situs di internet.
Oleh karena itu, makalah ini dibuat untuk menjelaskan mengenai teknologi jQuery yang saat ini terbilang cukup banyak penggunanya.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download makalah dan PPT di link berikut ini.

BAB I
PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang
Perkembangan setiap segi kehidupan manusia di abad ke 21 ini semakin maju dan berkembang.  Dimulai dari segi sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, politik, dan teknologi. Perkembangan dalam berbagai segi kehidupan manusia tersebut menimbulkan perubahan dalam mekanisme setiap masing-masing segi. Di sisi lain, perubahan dalam mekanisme suatu segi yang satu ikut mempengaruhi mekanisme segi yang lain. Hal tersebut dikarenakan adanya saling keterkaitan antara segi yang satu dengan segi yang lain. Sebagai salah satu contohnya yaitu terjadi pada segi teknologi dan segi pendidikan.
Perkembangan teknologi memang selalu mengalami peningkatan yang sangat pesat. Hal ini terbukti dengan digunakannya komputer, smartphone, hingga internet dalam berbagai segi kehidupan. Tidak hanya di kalangan instansi-instansi pemerintahan atau swasta saja yang bisa menggunakannya, masyarakat awam pun saat ini bisa mengaksesnya dengan begitu bebasnya. Karena memang banyak diakui penggunaan produk-produk teknologi tersebut telah banyak membantu mempermudah setiap orang dalam mengerjakan pekerjaannya.
Terlebih teknologi internet yang sangat banyak memberikan berbagai informasi bagi setiap penggunanya. Mengingat betapa pentingnya hal tersebut maka para programmer berusaha membuat dan mendesain berbagai program-program dan aplikasi yang dibutuhkan oleh para penggunanya saat melakukan browsing internet. Tujuannya agar setiap pengguna internet bisa semakin mudah dalam mencari informasi atau materi yang dibutuhkannya.
Salah satu media yang digunakan para programmer dalam membuat dan mendesain berbagai program dan aplikasi di internet yaitu dengan menggunakan HTML5. HTML5 adalah versi terbaru dari HTML (HyperText Markup Language) yang mana dikembangkan oleh W3C atau Word Wide Web Consortium. Apabila dilihat dari perkembangannya teknologi HTML ini terbilang cukup pesat mengingat versinya sudah sampai ke seri yang ke 5. Pemakaiannya pun semakin banyak semenjak kehadirannya pada tahun 1990.
Oleh karena itu, makalah ini dibuat untuk menjelaskan mengenai bahasa pemrograman HTML5 yang saat ini terbilang cukup banyak penggunanya.

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Memasuki era milenium seperti saat ini perkembangan dalam berbagai aspek kehidupan manusia setiap harinya semakin pesat saja. Dimulai dari aspek sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, politik, dan teknologi. Perkembangan dalam berbagai aspek kehidupan manusia tersebut menimbulkan perubahan dalam mekanisme setiap aspeknya. Di sisi lain, perubahan dalam mekanisme suatu aspek yang satu ikut mempengaruhi mekanisme aspek yang lain. Hal tersebut dikarenakan adanya saling keterkaitan antara aspek yang satu dengan aspek yang lain. Sebagai salah satu contohnya yaitu terjadi pada aspek teknologi dan aspek pendidikan.
Aspek teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan dalam aspek teknologi tersebut ikut mempengaruhi perkembangan dalam aspek pendidikan karena saat ini telah banyak hasil produk aspek teknologi yang digunakan dalam aspek pendidikan. Salah satu contoh hasil produk teknologi yang digunakan dalam aspek pendidikan yaitu sebagai media pembelajaran dan sebagai bidang kajian. Adapun salah satu aspek teknologi yang perkembangannya cukup pesat dan juga turut memberikan andil dalam aspek pendidikan adalah teknologi komputer. Perkembangan dalam dunia komputer terbilang cukup cepat mengingat hampir setiap saat bermunculan berbagai macam program-program aplikasi baru.
Diantara banyaknya kehadiran program aplikasi baru tersebut, munculah bahasa pemrograman Java. Java merupakan sebuah bahasa pemrograman berorientasi objek (OOP) yaitu cara ampuh dalam pengorganisasian dan pengembangan perangkat lunak. Perkembangan Java terbilang cukup pesat semenjak penggunaannya sebagai bahasa standar di dunia internet yang dimulai pada tahun 1995. Perkembangan Java semakin hari akan semakin meningkat lagi mengingat pemakaiannya yang semakin marak di kalangan para pengguna internet.
Oleh karena itu, makalah ini dibuat untuk menjelaskan mengenai bahasa pemrograman Java yang saat ini terbilang cukup banyak penggunanya.
BAB I
PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang

Memasuki abad ke 21 seperti saat ini perkembangan dalam berbagai bidang kehidupan semakin maju dan berkembang. Berbagai bidang ikut mengalami perkembangan, mulai dari bidang sosial budaya, ekonomi, pendidikan, politik, dan teknologi. Perubahan dalam semua bidang tersebut membuat bidang yang satu ikut mempengaruhi bidang yang lain. Hal itu dikarenakan adanya saling keterkaitan antara bidang yang satu dengan bidang yang lain. Salah satu contohnya yaitu pada bidang pendidikan dan bidang teknologi.
Bidang teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat dan cepat. Perkembangan dalam bidang teknologi tersebut ikut mempengaruhi perkembangan dalam bidang pendidikan karena saat ini telah banyak hasil produk bidang teknologi yang digunakan dalam bidang pendidikan. Salah satu contoh hasil produk teknologi yang digunakan dalam bidang pendidikan yaitu sebagai media pembelajaran dan sebagai bidang kajian. Salah satu bidang teknologi yang perkembangannya cukup pesat dan juga ikut digunakan dalam bidang pendidikan adalah komputer. Perkembangan dalam bidang komputer dinilai sangat tinggi mengingat hampir setiap saat bermunculan berbagai macam software-software baru.
Diantara banyaknya kehadiran software baru tersebut, munculah sistem operasi yang disebut “Android”. Android merupakan sebuah sistem operasi berbasis mobile yang semakin populer digunakan pada smartphone model terbaru. Perkembangan Android berlangsung cukup pesat dan ada satu hal unik yang menandakan perbedaan versi dari Android yaitu pemberian nama setiap versinya adalah berdasarkan nama makanan. Perkembangan smartphone berbasis Android untuk ke depannya akan lebih marak lagi. Dukungan akses internet yang saat ini mudah untuk dilakukan pada smartphone dan tarif mengaksesnya yang semakin hari semakin murah merupakan faktor pendorong perkembangan sistem Android ini.
Oleh karena itu, makalah ini dibuat untuk menjelaskan tentang teknologi sistem android yang saat ini sedang berkembang pesat di Indonesia.


Dampak Penggunaan YouTube dalam Dunia Pendidikan

Oleh: Nia Faridawati Rustandi


Dewasa ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai bidang berkembang sangat pesat. Sudah tidak ada batas antara dimensi ruang dan waktu dalam mengaksesnya. Dimulai dari penemuan telepon, faximile, peager, handphone, komputer, sampai ke internet yang memang tujuannya untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Semua penemuan tersebut telah mengubah pola pikir dan perilaku individu penggunanya. Salah satunya yang paling faktual saat ini adalah penggunaan internet dengan berbagai fasilitas yang terdapat di dalamnya. Melalui internet semua orang dapat melakukan apa saja yang diinginkannya dan untuk mengaksesnya terbilang mudah karena saat ini hampir semua tempat telah memiliki jaringan internet.
Kehadiran internet telah mempermudah setiap individu dalam mendapatkan informasi, termasuk dalam mendapatkan ilmu baru. Hingga akhirnya menjadikan internet sebagai salah satu media pembelajaran dalam dunia pendidikan yang memang sangat membantu proses pembelajaran antara pengajar dengan para pelajar. Internet yang awalnya bermula pada tahun 1969 ini telah membuat inovasi baru dalam dunia pendidikan. Banyak fasilitas atau fitur yang diberikan internet, dimulai dari fasilitas untuk mencari data, menjalin komunikasi dengan orang-orang yang belum dikenal, membuat suatu forum diskusi, men-download dan meng-upload data, sampai menonton video-video terbaru atau bahkan yang sudah lama berlalu.
Dalam perkembangan proses pembelajaran saat ini, metode guru menggunakan proyektor untuk mempresentasikan suatu materi pelajaran saja sudah tidak aneh lagi. Guru membutuhkan suatu metode baru agar siswa tidak mudah bosan dan memiliki motivasi dalam belajar. Penggunaan video-video dalam pembelajaran pun menjadi salah satu alternatif variasi metode para guru dalam mengajar. Seiring dengan menjawab kebutuhan tersebut, di dalam internet tersedia sebuah situs web video sharing atau berbagai video populer yang bernama YouTube. Situs berbagi video dengan alamat web www.youtube.com ini didirikan pada Februari tahun 2005 namun pada Oktober tahun 2006 diakuisisi oleh Google. Umumnya para pengguna YouTube dapat memuat, menonton dan berbagi klip video secara gratis. Sehingga para guru atau para siswa sekalipun dapat dengan begitu mudahnya mengakses semua video yang mereka inginkan.
Melalui YouTube, guru ataupun siswa dapat mencari video tentang pembahasan suatu materi dalam bentuk audio visualnya agar lebih mudah memahami materi tersebut. Salah satu contohnya yaitu video tentang proses pembuahan sel telur oleh sperma dan proses terjadinya gunung meletus. Video tersebut akan sangat membantu guru mata pelajaran Biologi dan Geografi dalam menjelaskan dan menerangkan kepada para siswa agar mereka memiliki pikiran yang jelas mengenai materi tersebut serta tidak berpikir abstrak. Terlepas dari proses belajar-mengajar antara guru dan murid di kelas, YouTube juga membantu penggunanya dalam mempelajari suatu hal-hal baru. Salah satu jenis video yang sangat membantu tersebut adalah video tutorial. Melalui video tutorial seseorang dapat mempelajari suatu hal baru dengan hanya menontonnya saja, melihat tahapan-tahapannya lalu mencoba mempraktikkannya. Metode tersebut cukup efektif karena video tutorial juga dapat didownload dan ditonton berulang-ulang hingga pengguna paham dan berhasil mengaplikasikan ilmu yang ada dalam video tersebut. Selain itu juga ikut menghemat biaya dan waktu apabila dibandingkan dengan harus mengikuti kursus atau bimbingan kepada pihak-pihak tertentu.
Namun seperti layaknya kebanyakan media pada umumnya, YouTube memiliki dampak positif dan juga negatif dalam  kehidupan manusia, terlebih dalam dunia pendidikan. Dampak positif dari YouTube cukup banyak dan memang terbukti efektif membantu menambah ilmu dan pengetahuan para penggunanya. Selain video tutorial yang telah penulis paparkan diatas, melalui YouTube para pengguna juga dapat mengetahui sebuah tempat yang belum mereka ketahui sebelumnya, contohnya melalui akun Malesbanget.com yang memang isi dari video-videonya mengenai perjalanan dua orang anak muda yang senang keliling Indonesia dan tampilan videonya dikemas dengan cara yang anak muda sekali. Untuk mengakses YouTube tidak diperlukan biaya sedikitpun alias gratis sehingga dapat meminimalisir biaya dalam proses pembelajaran. YouTube juga bisa menjadi ajang faktor penilaian dalam suatu mata kuliah, misalnya dalam mata kuliah Sinematografi ada tugas untuk membuat film dan selanjutnya film tersebut diupload ke YouTube dengan tujuan melihat seberapa besar animo publik terhadap film tersebut. Sehingga respon dari publik terhadap film tersebut ikut mempengaruhi faktor penilaian.
Lalu sebagai seseorang yang memiliki akun di YouTube, pengguna juga dapat meng-upload video hasil karyanya sendiri. Dengan begitu akan menstimulus daya kreativitas penggunanya agar menghasilkan sebuah video yang berbeda dengan video yang lain. Contohnya fenomena video lipsync lagu Keong Racun oleh duo Sinta dan Jojo yang akhirnya menjadi perhatian khalayak umum karena dianggap menghibur para penontonnya. Tidak hanya video lipsync saja namun video tentang sekelompok orang yang awalnya sedang berdiam diri dan akhirnya menari bersama-sama tak karuan saat ini juga tengah menjadi trend. Fenomena tarian yang disebut Harlem Shake tersebut telah membius berbagai kalangan untuk ikut melakukan gerakan-gerakan tak beraturan yang cukup kocak, unik dan juga untuk menghilangkan rasa jenuh. Hadirnya fenomena video-video yang menghebohkan dunia di youtube ini menjadikan semua penggunanya dapat dengan begitu mudah mengekspresikan kreativitas diri dalam bentuk video yang dapat dilihat siapa saja. Sehingga apabila dilihat dari sisi sosialnya, YouTube menjadi peyalur bakat dan kreativitas-kreativitas setiap orang yang ingin berbagi karya serta ide-idenya kepada siapapun tanpa harus masuk terlebih dahulu ke dalam salah satu program di televisi dan menjadi tolak ukur video yang banyak dicari juga video yang menjadi pusat perhatian dunia.
Seiring dengan banyaknya dampak positif dari YouTube, dampak negatifnya juga tidak dapat dihindari. Video-video yang ada di YouTube kurang mendapat penyaringan antara video yang mencerminkan konten porno atau tidak karena untuk men-download dan meng-upload dalam bentuk video tidak ada batasan khusus sehingga masyarakat luas dapat secara bebas mengaksesnya. Guru harus senantiasa mengingatkan para murid agar jangan sampai membuka video yang melanggar norma agama dan norma susila. Menurut situs http://www.websejarah.com, YouTube juga pernah mendapatkan pemblokiran di beberapa negara dan salah satunya di Indonesia karena terkait kasus video yang dibuat oleh politisi sayap kanan Belanda, Geert Wilders berjudul Fitna. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama dan YouTube pun dapat diakses kembali oleh masyarakat Indonesia.
Selain itu YouTube juga dianggap sebagai ajang untuk menjadi artis instant atau artis dadakan. Sebelum kemunculan YouTube, cara ampuh agar seseorang ingin dikenal oleh masyarakat luas adalah dengan tampil dalam suatu acara televisi dan terbilang cukup sulit. Sehingga untuk menjadi seorang bintang atau artis terkenal dinilai sulit dan membutuhkan banyak perjuangan. Tetapi lewat YouTube siapapun memiliki kesempatan untuk dikenal orang banyak meski tidak memiliki tujuan ingin terkenal. Hal ini dianggap sebagai faktor kurangnya kualitas dari artis-artis yang berawal dari YouTube karena tidak memakan proses yang cukup lama. Maka muncul persepsi bahwa apabila seseorang terkenal dengan cara yang instan maka kepopulerannya juga tidak akan bertahan lama.
YouTube dengan segala dampak positif dan negatif yang diberikannya memiliki esensi untuk membantu komunikasi dan informasi bagi semua manusia. Manusia sebagai pengguna harus menggunakan YouTube yang hanyalah sebuah situs yang bersifat netral, dalam artian YouTube ini dapat digunakan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penggunanya, secara bijak dan bertanggungjawab. Karena ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa semua yang berasal dari tanah akan kembali ke tanah, maksudnya semuanya yang berasal dari manusia akan kembali pada manusia pula. Maka begitu juga dengan gambaran dari fenomena YouTube yang tengah terjadi saat ini. Semuanya tergantung manusia sebagai pengguna YouTube itu sendiri.
Dalam pemanfaatan YouTube sebagai media pembelajaran yang interaktif juga tidak boleh lepas dari pengawasan orangtua selaku wali murid dan masyarakat umum. Walaupun guru adalah penanggungjawab dalam proses pembelajaran namun peran orangtua sebagai pengawas anak di rumah tetap diperlukan. Oleh karena itu masyarakat saat ini harus semakin cerdas dalam bertindak dan kritis dalam berpikir. Jadilah masyarakat yang berorientasi masa depan dan juga tanggap terhadap segala fenomena yang saat ini tengah marak terjadi demi terciptanya Indonesia yang bermartabat dan berkarakter.