Ku coba merangkai kata cinta
Walaupun ku bukanlah pujangga
Yang bisa tuliskan kata-kata yang indah
Nyatanya tak ada nyali untuk ungkapkan

I wanna love you like the hurricane
I wanna love you like the mountain rain
So right, so pure
So strong and crazy for you

Andai matamu melihat aku
Terungkap semua isi hatiku
Alam sadarku, alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tahu
Andai kau tahu rahasia cintaku

Berdoa dan beranikan diri
Sebelum semua ini terlambat terjadi

I wanna love you like the hurricane
I wanna love you like the mountain rain
So right, so pure
So strong and crazy for you

Andai matamu melihat aku
Terungkap semua isi hatiku
Alam sadarku, alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tahu
Andai kau tahu rahasia cintaku

Andai matamu melihat aku
Terungkap semua isi hatiku
Alam sadarku, alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tahu
Andai kau tahu rahasia cintaku

Alam sadarku
Alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tahu
Andai kau tahu rahasiaku
Rahasiaku ..



4 tahun yang lalu aku mulai mengikuti ekstrakulikuler Taekwondo yang ketika SMP dulu aku tak sempat mengikutinya karena sudah terlalu banyak ekstrakulikuler yang aku ikuti. Sebenarnya sempat juga ikut karate atau BKC (Bandung Karate Club) tapi gara-gara baru ikut 1 bulan dan sudah keburu sakit ya terpaksa mamah menyuruh aku keluar. Baju latihannya saja aku jual pada Revina Fatimah a.k.a Ipeh xD. Sampai akhirnya ketika aku SMA, aku langsung memutuskan ikut Taekwondo dan menjadikan ekstrakulikuler ini sebagai ekskul utamaku disusul IMADA dan MPK.
Pertama kali masuk Taekwondo aku langsung bertemu dengan Sabeum Nim*artinya pelatih/instruktur kepala dan lebih sering disingkat Sbn*Ahmad, Sbn. Egi, dan Sbn. Jajang. Mereka sangat baik dan welcome sekali kepada kami para anak didiknya. Sbn. Ahmad yang jail, Sbn. Egi yang kalem, dan Sbn. Jajang yang tegas. Ah, aku sangat merindukan mereka. Mereka sudah menganggap kami seperti adiknya sendiri, karena kalau menganggap anak bisa bahaya*FYI mereka masih muda, umur 22-25an*. Terkadang kami sering mengecewekan mereka dengan datang latihan terlambat dan tidak disiplin. Tapi mereka tetap melatih kami bagaimanapun keadaan kami, walau mereka tetap saja memberikan hukuman terlebih dahulu.
Oh ya, selain Sabeum Nim ada juga Sabeum dan Seonbae. Kalau Sabeum *artinya pelatih/instruktur dan lebih sering disingkat Sbm* ada Sbm. Mardi, Sbm. Epul, Sbm. Ipa, dan Sbm. Kika. Mereka menyebut kelompoknya dengan sebutan Fantastic Four *gayanya*, karena ada 3 laki-laki dan 1 perempuan xD. Lalu ada Seonbae *artinya senior dan lebih sering disingkat Sb* Seia, Sb. Inez, Sb. Siti, Sb. Ismi dan Sb. Pia. Tapi sayang senior kami ini yang aktif hanya Sb. Seia saja dan sekarang Sb. Seia juga telah menyusul Sbm kami yang lain, yaitu menjadi seorang Sbm karena dia telah lulus ujian DAN sabuk hitam sekitar tahun 2012 yang lalu.

Aku bahagia dapat mengenal mereka. Mereka orang yang baik dan juga menyenangkan. Walau sekarang sangat sulit untuk dapat berkumpul lagi dengan mereka, tapi setidaknya komunikasi dengan mereka tidak terputus. Apalagi dengan Sbm. Seia, Sbm. Mardi, Sbm. Epul, dan Sbm. Jajang. Sampai ketika aku akan berangkat kuliah ke Semarang saja mereka masih sempat memberikan aku wejangan dan berpesan agar dapat menjaga diri disana.
Aku tak pernah bosan berkumpul dengan mereka. Berkumpul membicarakan Taekwondo, organisasi, kehidupan, perkuliahan, sampai membicarakan percintaan juga sering. Mereka sudah aku anggap seperti kakakku sendiri. Sosok yang perhatian seperti mereka sampai saat ini tidak kutemukan lagi pada diri orang lain. Aku merindukan mereka. Rindu akan candaan dan juga nasihat mereka.
Tepat setahun yang lalu ketika kami buka bersama, itulah terakhir kalinya kami berkumpul. Dan di bulan Ramadhan tahun ini pun kami akan berkumpul kembali. Aku sangat menantikan moment ini terulang setiap tahunnya. Memang, karena kesibukan dan jarak kami yang berbeda-beda menjadikan kami susah untuk berkumpul bersama. Hanya ketika moment bulan Ramadhan dan Lebaran saja kami dapat berkumpul dan berbagi cerita satu sama lain.
Semoga silaturahmi diantara kami takkan pernah putus sampai nanti, sampai kami sudah memiliki anak dan cucu kelak *alay dikit*. Amin. :)

Bersama Sbn. Egi (kiri) dan Sbn. Ahmad (kanan)

Sbm. Seia dan Sbm. Mardi



Aku sedang belajar untuk berhenti menjadi sesorang yang sedikit-sedikit mengeluh.
Aku sedang belajar untuk berhenti menjadi sesorang yang menjadikan media sosial sebagai tempat mencurahkan segala hal yang mengarah pada kegalauan.
Aku sedang belajar untuk berhenti menjadi seseorang yang banyak membicarakan hal-hal yang tidak penting.
Aku sedang belajar untuk berhenti menilai seseorang hanya berdasarkan dengan melihat penampilan luarnya saja.
Aku sedang belajar untuk berhenti bersikap jelek terhadap orang yang juga bersikap jelek kepadaku.

Aku sedang dan masih belajar untuk itu semua.
Semua hal itu membuat aku terlihat sangat ababil a.k.a ABG labil.
Berhentilah menjadi ababil, Nia !!!
Usiamu sudah tidak mendukung untuk kamu melakukan semua hal yang tidak pantas dilakukan itu.
Semuanya butuh proses, maka berproseslah menjadi seorang Nia yang lebih baik lagi setiap harinya.
Bismillah, Allah selalu menyertai. 

Bulan Juni akhirnya datang juga.
Kalo bulan Mei kemarin sih full banget sama berbagai kegiatan ke luar kota. Iya, kegiatan yang cukup menguras banyak uang dan tenaga tapi sangat menyenangkan dan mengesankan. Mei begitu istimewa deh pokoknya.
Lalu, bagaimana dengan Juni ?
Hmm, kalo di Juni ini sepertinya akan ada sesuatu yang baru.
Sesuatu yang akan merubah rutinitas kegiatan sehari-hari.
Dan aku harus siap. Harus.
Karena ini pilihanku sendiri.
Semoga pilihan ini membawa keberkahan dan diridhoi Allah SWT.
Amin.