Tiba-tiba rasa itu datang lagi. Rasa aneh, senang, sedih, dan entahlah apa itu.
Aku kira waktu 2 tahun itu akan cukup membuat 'rasa' antara aku dan kamu hilang.
Ya setidaknya menjadi suatu 'rasa' yang biasa saja.
Tapi ternyata tidak.
Rasa itu, bagaimanapun juga, masih ada ternyata.
Konyol sekali rasanya melihat aku dan kamu, untuk saat ini, sudah tidak bisa lagi menjadi kita.
Sedangkan aku dan kamu masih sama-sama saling memiliki 'rasa' itu.
Tapi hanya karena kata MALU dan GENGSI aku dan kamu berhasil menutup semua 'rasa' itu.
Padahal orang-orang di sekeliling aku dan kamu tau akan hal itu.

Hei, kamu, dengarkan aku.
Aku dan kamu sudah tidak bersama lagi sekarang dan entah akan bersama lagi atau tidak.
Tapi hanya satu hal yang aku ingin kamu tau.
Aku selalu mengingat semua perkataan kamu ketika kita berpisah 2 tahun yang lalu.
Aku mengingatnya.
Dan aku berhasil membuktikan kalau apa yang kamu katakan itu salah.
Malah ternyata kamu yang lebih dulu menemukan aku yang lain.
Selamat.

Saat ini aku hanya ingin kamu tau satu hal.
Biarkan aku dan kamu mengejar apa yang ingin aku dan kamu capai.
Biarkan aku dan kamu melakukan apa yang memang ingin aku dan kamu lakukan.
Dan biarkan aku dan kamu meraih semua cita-cita yang ingin aku dan kamu raih.
Dunia aku dan kamu berbeda.
Jadi, biarkan aku dan kamu berjalan sesuai dengan jalannya masing-masing.
Karena, percayalah, ketika waktunya tiba.
Ketika aku dan kamu memang ditakdirkan Allah akan bersama.
Maka aku dan kamu akan menjadi kita lagi suatu hari nanti.
Biarkan waktu yang menjawab semua ini.
Percayalah, ketika waktunya tiba semuanya akan indah.
Percayalah, Allah akan memberikan yang terbaik untuk aku dan kamu.


Tanggal 17-19 Desember 2012 kemarin kami mahasiswa jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan angkatan tahun 2012 Universitas Negeri Semarang menyelenggarakan Pameran Fotografi yang bertemakan konservasi budaya lho kawan. Acara ini memang merupakan acara yang wajib diadakan setiap tahunnya oleh mahasiswa jurusan kami. Tujuan diadakannya acara ini adalah sebagai tugas akhir semester mata kuliah  Fotografi Pembelajaran dan juga sebagai bukti nyata keikutsertaan kami dalam rangka melestarikan budaya di Indonesia. Selain acara Pameran Fotografi, dalam 3 hari itu juga ada acara Arak-arakan Gunungan di hari pertama, penampilan Kreasi Seni, dan yang paling cetar membahana ada Workshop Kamera gratiiiiis untuk teman-teman yang memiliki passion dalam dunia kamera dan fotografi dalam 3 hari berturut-turut *malah kami kasih snack, doorprize, dan hadiah menarik lainnya lho untuk pesertanya*. Meskipun masih banyak sekali kekurangan dalam acara ini, tetapi kami selaku panitia telah mengusahakan yang terbaik dalam setiap prosesnya. Maklum juga lah ya, kami kan mahasiswa baru masuk alias masih mahasiswa semester 1 tetapi sudah mendapatkan tugas untuk mengadakan pameran sebesar ini. Jadi pasti banyak sekali kekurangannya. Namun apapun itu kami tetap senang dan puas karena acara ini adalah hasil kerja keras kami dan secara keseluruhan acara ini berlangsung dengan lancar. Mudah-mudahan nilai yang diberikan oleh Ibu dan Bapak Dosen Pengampu A semua ya *haha ngarep benjet*. Semoga tahun depan acara Pameran Fotografi yang diadakan oleh adik tingkat kami lebih baik dan lebih meriah lagi. Amin. :)
Acara Arak-arakan Gunungan di hari pertama.
Om Djoni 'Dukun Kamera' Susanto, pembicara dalam Workshop Kamera Analog.
Penampilan tarian dari kakak-kakak semester 3.
Foto bersama mas Nur Amin Rais, pembicara dalam Workshop Kamera Digital.
Narsis dikit gapapa ya :D
Para pemain drama 'Joko Ngiub dan Geng Nawang'.
Aku dan Fotoku :)

ABSTRAK
Program media perlu dirancang dengan baik, bukan hanya pembuatan media itu sendiri melainkan pemanfaatan media itupun juga perlu diatur dan dirancang dengan sebaik-baiknya agar media pembelajaran tersebut efektif dan efisien.
Media = Perantara 
Program = Rencana 
Program media = Rencana yang perlu dilakukan terhadap sebuah media.
Sehingga untuk menciptakan pembelajaran yang baik di perlukan sebuah pemanfaatan program media agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Contoh media = CD, Komputer, 2 dimensi, dan 3 dimensi.
Pemanfaatan program media = pemanfaatan rencana yang dilakukan untuk sebuah media sesuai tujuan yang di inginkan.
Intinya materi pemanfaatan program media bertujuan agar kita tahu bagaimana cara memanfaatkan program media yang telah kita buat sesuai dengan tujuan yang kita harapakan dan sesuai dengan keadaan yang ada supaya suatu media dapat berjalan efektif dan efisien.

PEMANFAATAN PROGRAM MEDIA
A.    Pola pemanfaatan
       Ada beberapa pola pemanfaatan media pembelajaran, yaitu :
1.    Pemanfaatan Media dalam Situasi Kelas (Classroom Setting)
Dalam tatanan (setting) ini media pembelajaran dimanfaatkan untuk menunjang tercapainya tujuan tertentu dan pemanfaatannya pun dipadukan dengan proses belajar mengajar dalam situasi kelas. Dalam merencanakan pemanfaatan media itu guru harus melihat tujuan yang akan dicapai,  materi pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan itu, serta strategi belajar mengajar yang sesuai untuk mencapai tujuan itu. Media pembelajaran yang dipilih haruslah sesuai dengan ketiga hal itu, yang meliputi tujuan, materi, dan strategi pembelajaran.
2.    Pemanfaatan Media di Luar Situasi Kelas
Pemanfaatan media pembelajaran di luar situasi kelas dapat di bedakan dalam dua kelompok utama, yaitu :
a)    Pemanfaatan Secara Bebas
Pemanfaatan secara bebas ialah bahwa media itu digunakan tanpa dikontrol atau diawasi. Pembuat program media mendistribusikan program media itu di masyarakat pemakai media, baik dengan cara diperjualbelikan maupun didistribusikan secara bebas. Hal itu dilakukan dengan harapan media itu akan digunakan orang dan cukup efektif untuk mencapai tujuan tertentu. Pemakai media menggunakan media menurut kebutuhan masing-masing. Biasanya pemakai media menggunakannya secara perorangan.
Contoh Pemanfaatan Media Secara Bebas :
-          Pemakaian kaset dalam pelajaran Bahasa Inggris
Di toko banyak dijual kaset pelajaran Bahasa Inggris. Orang yang merasa memerlukan kaset itu dapat membelinya secara bebas, menggunakannya pun secara bebas juga. Artinya, kaset itu dapat digunakan kapan saja, dimana saja, dan untuk keperluan apa saja. Semuanya tergantung kepada pemilik kaset itu sendiri.
-          Pemanfaatan program siaran radio pendidikan
Pada saat ini banyak siaran radio atau televisi yang bersifat pendidikan. Program-program itu disiarkan dengan maksud untuk menyampaikan pesan-pesan pendidikan tertentu. Misalnya siaran pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Indonesia, dan lain-lain.
b)   Pemanfaatan Media Secara Terkontrol
Pemanfaatan media secara terkontrol ialah bahwa media itu digunakan dalam suatu rangkaian kegiatan yang diatur secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu. Apabila media itu berupa media pembelajaran, sasaran didik (audience) diorganisasikan dengan baik. Dengan begitu, mereka dapat menggunakan media itu secara teratur, berkesinambungan, dan mengikuti pola belajar-mengajar tertentu.

Contoh Pemanfaatan Media Secara Terkontrol :
  •     Pemanfaatan Siaran Radio Pendidikan untuk Penataran Guru
Sasaran program penataran ini ialah guru SD yang berada di daerah terpencil dan sulit komunikasinya. Mereka perlu menambah pengetahuan dan keterampilan mengajarnya, tetapi tidak dapat memperoleh fasilitas sumber belajar yang memadai di daerah masing-masing. Tujuan yang akan dicapai oleh kegiatan ini ialah meningkatkan kemampuan mengajar guru SD dalam mengajarkan berbagai bidang pelajaran. Selesai mendengarkan siaran guru-guru tersebut mendiskusikan isi siaran untuk memperdalam pengertian yang mereka peroleh dari siaran. Kelompok pendengar juga diharapkan memberikan umpan balik (feedback) kepada pembuat program siaran. Umpan balik ini tidak menyangkut siaran, cara penyajian (jelas atau tidak), dan kualitas teknik program siaran itu.
  •     Pemanfaatan Media untuk Mencapai Ijazah Persamaan SMA di AS
Orang-orang yang ingin mendapatkan ijazah itu mendaftarkan diri ke Pusat Sumber Belajar (Learning Resource Center) setempat. Ia kemudian harus mengikuti tes awal (pretest). Hasil tes itu memberikan petunjuk kepada siswa dan pimpinan sumber belajar itu tentang bahan-bahan belajar yang harus dipelajari oleh siswa bersangkutan. Selanjutnya siswa tersebut dapat belajar secara bebas menggunakan bahan belajar berupa media cetak dan media lain, seperti kaset audio, kaset video, dan lain-lain. Siswa harus mengikuti tes secara berkala untuk mengetahui kemajuan belajar mereka. Setelah siap, siswa boleh mengajukan permintaan menempuh ujian akhir untuk mendapatkan ijazah.

       c)   Pemanfaatan Media Secara Peorangan, Kelompok atau Massal

1.      Media dapat digunakan secara perorangan.
Artinya media itu digunakan oleh satu orang saja. Banyak media yang memang dirancang untuk digunakan secara perorangan. Media seperti ini biasanya dilengkapi dengan petunjuk pemanfaatan yang jelas sehingga orang dapat menggunakannya dengan mandiri.
2.      Media dapat digunakan secara berkelompok.
Kelompok itu dapat berupa kelompok kecil dengan anggota 2 s.d. 8 orang. Atau berupa kelompok besar yang beranggotakan 9 s.d. 40 orang. Media yang dirancang untuk digunakan secara berkelompok juga memerlukan buku petunjuk. Buku petunjuk ini biasanya ditujukan kepada pimpinan kelompok, tutor, atau guru. Keuntungan belajar menggunakan media secara berkelompok ialah bahwa kelompok itu dapat melakukan diskusi tentang bahan yang sedang dipelajari. Media yang digunakan secara berkelompok harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu :
a.       Suara yang disajikan oeh media itu harus cukup keras sehingga semua anggota kelompok dapat mendengarnya.
b.      Gambar atau tulisan dalam media itu harus cukup besar sehingga dapat dilihat oleh semua anggota kelompok itu.
c.       Perlu ada alat penyaji yang dapat memperkeras suara (amplifier) dan membesarkan gambar (proyektor).
 3.     Media juga dapat digunakan secara massal.
Orang yang jumlahnya puluhan, ratusan, bahkan ribuan dapat menggunakan media itu bersama-sama. Media yang dirancang seperti ini biasanya disiarkan melalui pemancar, seperti radio, televisi, atau digunakan dalam ruang yang besar seperti film 35 mm. Untuk memudahkan orang yang belajar dengan menggunakan media seperti ini sebaiknya kepada para peserta diberikan bahan tercetak sebelumnya.

B.     Stategi Pemanfaatan

Media harus digunakan dengan perencanaan yang sistematis. Media digunakan jika media itu mendukung tercapainya tujuan instruksional yang telah dirumuskan serta sesuai dengan sifat materi instruksionalnya yang telah dirumuskan. Agar media dapat digunakan secara efektif dan efisien ada tiga langkah utama yang perlu diikuti dalam menggunakan media, yaitu :

1). Persiapan Sebelum Menggunakan Media
Pertama-tama pelajari buku petunjuk yang telah disediakan. Kemudian ikuti petunjuk-petunjuknya. Hal tersebut akan memudahkan kita dalam belajar dengan media itu. Peralatan yang diperlukan untuk menggunakan media itu juga perlu disiapkan sebelumnya. Dengan demikian, pada saat menggunakannya nanti, kita tidak akan diganggu dengan hal-hal yang mengurangi kelancaran penggunaan media itu. Jika media itu digunakan secara berkelompok, sebaiknya tujuan yang akan dicapai dibicarakan terlebih dahulu dengan semua annggota kelompok. Hal itu penting supaya perhatian dan pikiran terarah ke hal yang sama.
Peralatan media perlu ditempatkan dengan baik sehingga kita dapat melihat atau mendengar programnya dengan enak. Lebih-lebih, apabila media itu digunakan secara berkelompok. Sedapat mungkin, semua anggota kelompok dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam mendengarkan dan atau melihat program media itu. Layar dan atau pesawat radio atau tape recorder harus ditempatkan begitu rupa sehingga dapat melihat dan mendengarnya dengan jelas.
2). Kegiatan Selama Menggunakan Media
Yang perlu dijaga selama kita menggunakan media ialah suasana ketenangan. Gangguan-gangguan yang dapat mengganggu perhatian dan konsentrasi harus dihindarkan. Kalau mungkin, ruangan jangan digelapkan sama sekali. Hal itu supaya kita masih dapat menulis jika dijumpai hal-hal penting yang perlu diingat. Kita pun dapat menulis pertanyaan jika ada bagian yang tidak jelas atau sulit dipahami. Jika menulis atau membuat gambar atau membuat catatan singkat, usahakan hal tersebut tidak mengganggu konsentrasi.
3). Kegiatan Tindak Lanjut
Maksud kegiatan tindak lanjut ini ialah untuk menjaga apakah tujuan telah tercapai. Selain itu, untuk memantapkan pemahaman terhadap materi instruksional yang di sampaikan melalui media bersangkutan. Untuk itu soal tes yang disediakan perlu kita kerjakan dengan segera sebelum kita lupa isi program media itu. Kemudian kita cocokkan jawaban kita itu dengan kunci yang disediakan. Bila kita masih banyak kesalahan, sebaiknya sajian program media bersangkutan diulang lagi.
Apabila kita belajar secara berkelompok, perlu diadakan diskusi kelompok. Hal itu dilakukan untuk membicarakan jawaban soal tes atau untuk membicarakan hal-hal yang kurang jelas atau sulit dipahami. Ada kemungkinan kita dianjurkan melakukan tindakan lanjut lain, misalnya melakukan percobaaan, melakukan observasi, menyusun sesuatu, dan sebagainya. Bila hal tersebut dapat dilakukan sebaiknya itu diikuti dengan baik.

Contoh Kasus Penggunaan Media dalam Pendidikan

Kasus penggunaan media dalam pendidikan ini, baik yang terdapat di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang ratusan jumlahnya. Sungguh di luar dugaan bahwa sebagaimana dicatat oleh Wilbur Schramm dari sekian banyak kasus penarapan teknologi pendidikan dengan media tersebut 75% atau lebih kurang 170 kasus terdapat di negara ketiga atau di negara yang sedang berkembang. Mungkin memang karena negara berkembang merupakan sasaran yang empuk sebagai kelinci percobaan maupun pemasaran produk teknologi yang berupa perangkat keras peralatan media. Mungkin pula karena negara yang sedang berkembang memang mempunyai banyak persoalan yang harus dipecahkan dan ketinggalan-ketinggalan yang harus dikejar agar tidak tergilas oleh laju pesatnya perkembangan pengetahuan dan teknologi itu sendiri atau memang kedua kemungkinan tersebut ada. Penarapan teknologi pendidikan dengan media memang tidak terlepas dari maksud, tujuan maupun sasaran yang ingin dicapainya yang diharapkan akan mempunyai nilai lebih bila dilihat dari manfaat sosialnya.


Contoh :
·           Universitas California di San Diego menggunakan media surat kabar untuk penyebaran program perkuliahan. Cara ini sudah dimulai sejak tahun 1972 dengan sasaran masyarakat dewasa yang tidak mempunyai kesempatan mengikuti perkuliahan reguler secara penuh dan teratur.
·           Adanya Proyek Minerva di Brazilia yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tingkat menengah dengan ijazah Madureza, khususnya bagi anak-anak lanjut usia di Brazilia. Pendidikan dilaksanakan melalui siaran radio dan televisi lima jam dalam seminggu dan bersifat formal untuk mendapatkan ijazah Madureza bersifat non-formal untuk masa liburan dan akhir pekan. Proyek Minerva berada di bawah Departemen Pendidikan dari pemerintah federal dan dilaksanakan oleh Jawatan Televisi Pendidikan (Educational Television Service).

KESIMPULAN
Pola pemanfaatan media berdasarkan tempatnya di bagi menjadi 2 pola:
·         Pemanfaatan di dalam kelas
·         Pemanfaatan di luar kelas
·         Pemanfaatan diluar kelas di bagi menjadi beberapa kelompok:
·         - Pemanfaatan secara bebas
·         - Pemanfaatan secara terkontrol

     Pola pemanfaatan media berdasarkan jumlah audiennya:
·         Pemanfaatan secara individu
·         Pemanfaatan secara kelompok
·         Pemanfaatan secara massal

Strategi pemanfaatan media
·         Persiapan
Pilih buku kemudian kuasai isi buku setelah itu siapakan peralatan atau media yang di perlukan agar tidak menganggu dalam pengunaan media.
·         Pelaksanaan
Selama memgunakan media ruangan haruslah baik tidak ada gangguan. Tulislah pertayaan yang ditanyakan oleh penanya. Media tidak boleh lepas dari tema media itu sendiri.
·         Tindak lanjut dari tujuan di gunakannya media
Menjaga agar apakah tujuan telah tercapai. Jika dalam kelompok usahakan lakukan diskusi dalam menentukan jawaban yang ditanyakan.

DAFTAR PUSTAKA

Arief S Sadiman, dkk. 2006. Media Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 



ABSTRAK
Media pembelajaran merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Sehubungan dengan penggunaan media dalam proses pembelajaran, tenaga pengajar perlu cermat dalam pemilihan media yang akan digunakannya. Kriteria yang perlu diperhatikan yaitu tujuan pembelajaran, keefektifan, karakteristik peserta didik, ketersediaan, kualitas teknis, biaya, fleksibilitas, kemampuan orang yang menggunakannya dan waktu yang tersedia.
Langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran yaitu
1) kegiatan penerangan atau pembelajaran,
2) Tentukan transmisi pesan,
3) Tentukan karakteristik pelajaran,
4) Klasifikasi media,
5)Analisis karakteristik masing-masing media.
Dalam penggunaan media pembelajaran terdapat dua pola yang dapat dilakukan yaitu pola penggunaan di dalam kelas dan pola penggunaan di luar kelas. Adapun prosedur pokok yang dapat dilakukan dalam penggunaan media pembelajaran yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut.

PENDAHULUAN
Media pembelajaran merupakan salah faktor penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Hal tersebut disebabkan adanya perkembangan teknologi dalam bidang  pendidikan yang menuntut efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran. Untuk mencapai tingkat efisiensi dan efektivitas yang optimal, salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah mengurangi bahkan jika perlu menghilangkan dominasi sistem penyampaian pelajaran yang bersifat verbalistik dengan cara menggunakan media pembelajaran.
Sehubungan dengan penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran, para tenaga pengajar atau guru perlu cermat dalam pemilihan dan atau penetapan media yang akan digunakannya. Kecermatan dan ketepatan dalam pemilihan media akan menunjang efektivitas kegiatan pembelajaran yang dilakukannya. Disamping itu juga kegiatan pembelajaran menjadi menarik sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, dan perhatian siswa menjadi terpusat kepada topik yang dibahas dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukannya.
Kecermatan dan ketepatan dalam memilih media pembelajaran dipengaruhi oleh banyak faktor seperti luas sempitnya pengetahuan dan pemahaman tenaga pengajar tentag kriteria dan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan serta prosedur pemilihan media pembelajaran. Uraian berikut akan membahas hal-hal dimaksud agar kita dalam memilihan media pembelajaran lebih  tepat.

KRITERIA PEMILIHAN MEDIA
            Media pembelajaran yang  beraneka ragam jenisnya  tentunya  tidak akan digunakan seluruhnya secara serentak dalam kegiatan pembelajaran, namun hanya beberapa saja. Untuk itu perlu di lakukan pemilihan media tersebut. Agar pemilihan media pembelajaran tersebut tepat, maka perlu dipertimbangkan faktor/kriteria-kriteria dan langkah-langkah pemilihan media. Kriteria yang perlu dipertimbangkan guru atau tenaga pendidik dalam  memilih media pembelajaran menurut,
  • Nana Sudjana (1990: 4-5) yakni:
1) ketepatan media dengan tujuan pengajaran;
2) dukungan terhadap isi bahan pelajaran;
3) kemudahan memperoleh media;
4) keterrampilan guru dalam menggunakannya;
5) tersedia waktu untuk menggunakannya; dan
6) sesuai dengan taraf berfikir anak.
  • I Nyoman Sudana Degeng (1993; 26-27), yaitu:
1) tujuan instruksional;
2) keefektifan;
3) siswa;
4) ketersediaan;
5) biaya pengadaan;
6) kualitas teknis.
  • Basuki Wibawa dan Farida Mukti (1992/1993: 67-68), yaitu:
1) tujuan;
2) karakteristik siswa;
3) alokasi waktu;
4) ketersediaan;
5) efektivitas;
6) kompatibilitas; dan
7) biaya.
  • Azhar Arsyad (1997: 76-77), yaitu:
1) sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai;
2) tepat untuk mendukung isi pelajaran;
3) praktis, luwes, dan tahan;
4) guru terampil menggunakannya;
5) pengelompokan sasaran; dan
6) mutu teknis.
  • Brown, Lewis, dan Harcleroad (1983: 76-77), sebagai berikut:
1) content;
2) purposes;
3) appropriatness;
4) cost;
5) technical quality;
6) circumstances of uses;
 7) learner verification, and
8) validation.

            Dari beberapa pendapat di atas, dapat ditegaskan bahwa pada prinsipnya pendapat-pendapat tersebut memiliki kesamaan dan saling melengkapi. Selanjutnya menurut hemat penulis yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu tujuan pembelajaran, keefektifan, peserta didik, ketersediaan, kualitas teknis, biaya, fleksibilitas, dan kemampuan orang yang menggunakannya serta alokasi waktu yang tersedia.
Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang hal ini akan  diuraikan sebagai berikut:
1.  Tujuan pembelajaran. Media hendaknya dipilih yang dapat menunjang pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya, mungkin ada  sejumlah alternatif yang dianggap cocok untuk tujuan-tujuan itu. Sedapat mungkin pilihlah yang paling cocok. Kecocokan banyak ditentukan oleh kesesuaian karakteristik tujuan yang akan dicapai dengan karakteristik media yang akan digunakan.
2.  Keefektifan. Dari beberapa alternatif media yang sudah dipilih, mana yang  dianggap paling efektif untuk mencapai  tujuan yang telah ditetapkan. 
3. Peserta didik. Ada beberapa pertanyaan yang bisa diajukan ketika kita memilih media pembelajaran berkait dengan peserta didik, seperti: apakah media yang dipilih sudah sesuai dengan karakteristik peserta didik, baik itu kemampuan/taraf berpikirnya, pengalamannya, menarik tidaknya media pembelajaran bagi peserta didik? Digunakan untuk peserta didik  kelas dan jenjang  pendidikan yang mana? Apakah untuk belajar secara individual, kelompok kecil, atau kelompok besar/kelas? Berapa jumlah  peserta didiknya? Di mana lokasinya? Bagaimana gaya belajarnya? Untuk kegiatan tatap muka atau jarak jauh? Pertanyaan-pertanyaan tersebut  perlu dipertimbangkan ketika memilih dan menggunakan media dalam kegiatan pembelajaran.
4.  Ketersediaan. Apakah  media yang diperlukan itu sudah tersedia? Kalu belum, apakah media itu dapat diperoleh dengan mudah? Untuk tersedianya media ada beberapa alternatif yang dapat diambil yaitu membuat sendiri, membuat bersama-sama dengan peserta didik, meminjam menyewa, membeli dan mungkin bantuan.
5.  Kualitas teknis. Apakah media media yang dipilih itu kualitas baik? Apakah memenuhi syarat sebagai media pendidikan? Bagaimana keadaan daya tahan media yang dipilih itu?
6.  Biaya pengadaan. Bila memerlukan biaya untuk pengadaan media, apakah tersedia biaya untuk itu? Apakah yang dikeluarkan seimbang dengan manfaat dan hasil penggunaannya? Adakah media lain yang mungkin lebih murah, tetapi memiliki keefektifan setara?
7. Fleksibilitas (lentur), dan kenyamanan media. Dalam memilih media harus dipertimbangkan kelenturan dalam arti dapat digunakan dalam berbagai situasi dan pada saat digunakan tidak berbahaya.
8.   Kemampuan orang yang menggunakannya. Betapapun tingginya nilai kegunaan media, tidak akan memberi manfaat yang banyak bagi orang yang tidak mampu menggunakannya.
9. Alokasi waktu, waktu yang tersedia dalam proses pembelajaran akan berpengaruh terhadap penggunaan media pembelajaran. Untuk itu ketika memilih media pembelajaran kita dapat mengajukan beberapa pertanyaan seperti; apakah dengan waktu yang tersedia cukup untuk pengadaan media, apakah waktu yang tersedia juga cukup untuk penggunaannya.

LANGKAH-LANGKAH PEMILIHAN MEDIA
            Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam pemilihan media pembelajaran.
*      Pendapat Gagne dan Briggs yang dikutip oleh Mohammad Ali  (1984: 73) menyarankan langkah-langkah dalam memilih media pengajaran yaitu:
1) merumuskan tujuan pembelajaran,
2) mengklasifikasi tujuan berdasarkan domein atau tipe belajar,
3) memilih peristiwa-peristiwa pengajaran yang akan berlangsung,
4) Menentukan tipe perangsang untuk tiap peristiwa,
5) mendaftar media yang dapat digunakan pada setiap peristiwa dalam
pengajaran,
6) Mempertimbangkan (berdasarkan nilai kegunaan) media yang dipakai.
7) Menentukan media yang terpilih akan digunakan,
8) menulis rasional (penalaran) memilih media tersebut,
9) Menuliskan tata cara pemakaiannya pada setiap peristiwa, dan
10) Menuliskan script pembicaraan dalam penggunaan.media.
*      Anderson (1976) menyarankan langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu:
1. Media untuk keperluan informasi, penerima informasi tidak ada kewajiban untuk dievaluasi kemampuan/keterampilannya dalam menerima informasi, sedangkankan media untuk keperluan pembelajaran penerima pembelajaran harus menunjukkan kemampuannya sebagai bukti bahwa mereka telah belajar.
2. Dalam kegiatan ini kita sebenarnya dapat menentukan pilihan, apakah dalam proses pembelajaran akan digunakan ‘alat bantu pengajaran’ atau ‘media pembelajaran’. Alat bantu pengajaran alat yang didesain, dikembangkan, dan diproduksi untuk memperjelas tenaga pendidik dalam mengajar. Sedangkan media pembelajaran adalah media yang memungkinkan terjadinya interaksi antara produk pengembang media dan peserta didik/pengguna. Atau dengan kata lain peran pendidik sebagai penyampai materi pembelajaran digantikan oleh media.
3.  Asumsi kita bahwa kita telah menyusun disain pembelajaran, dimana kita telah melakukan analisis tentang mengajar, merumuskan tujuan pembelajaran, telah memilih materi dan metode. Selanjutnya perlu dianalisis apakah tujuan pembelajaran yang telah ditentukan itu termasuk dalam ranah kognitif, afektif atau psikomotor. Masing-masing ranah tujuan tersebut memerlukan media yang berbeda.
4. Media dapat diklasifikasikan sesuai dengan ciri khusus masing-masing media. Berdasarkan  persepsi dria manusia normal  media dapat diklasifikasikan menjadi media audio, media video, dan audio visual.   Berdasarkan ciri dan bentuk fisiknya media dapat dikelompokkan menjadi media proyeksi (diam dan gerak) dan media non proyeksi (dua dimensi dan tiga dimensi). Sedangkan jika diklasifikasikan berdasarkan keberadaannya, media dikelompokkan menjadi dua yaitu media yang berada di dalam ruang kelas dan media-media yang berada di luar ruang kelas.  Masing-masing media tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan bila dibandingkan dengan media lainnya.
5.  Analisis karakteristik masing-masing media. Media pembelajaran yang banyak macamnya perlu dianalisis kelebihan dan kekurangannya dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.  Pertimbangan  pula dari aspek ekonomi dan ketersediaannya. Dari berbagai alternatif kemudian dipilih media yang paling tepat.
 
PRINSIP-PRINSIP PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN
            Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran akan memberi kontribusi terhadap efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran. Berbagai hasil penelitian pada intinya menyatakan bahwa berbagai macam media pembelajaran memberikan bantuan sangat besar kepada peserta didik dalam proses pembelajaran. Namun demikian peran tenaga pengajar itu sendiri juga menentukan terhadap efektivitas penggunaan media dalam pembelajaran. Peran tersebut tercermin dari kemampuannya dalam memilih media yang digunakan.
      Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran perlu mempertimbangkan beberapa prinsip, yaitu:
1.      Tidak ada satu media pun yang paling baik untuk semua tujuan. Suatu media hanya cocok untuk tujuan pembelajaran tertentu, tetapi mungkin tidak cocok untuk pembelajaran yang lain.
2.      Media adalah bagian integral dari proses pembelajaran. Hal ini berarti bahwa media bukan hanya sekedar alat bantu mengajar guru saja, tetapi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Penetapan suatu media haruslah sesuai dengan komponen lain dalam perancangan pembelajaran. Tanpa alat bantu mengajar mungkin pembelajaran tetap dapat berlangsung, tetapi tanpa media itu tidak akan terjadi.
3.   Media apapun yang hendak digunakan, sasaran akhirnya adalah untuk memudahkan belajar peserta didik. Kemudahan belajar peserta didik haruslah dijadikan acuan utama pemilihan dan penggunaan suatu media.
4. Penggunaan berbagai media dalam satu kegiatan pembelajaran bukan hanya sekedar selingan/pengisi waktu atau hiburan, melainkan mempunyai tujuan yang menyatu dengan pembelajaran yang berlangsung.
5.   Pemilihan media hendaknya objektif, yaitu didasarkan  pada tujuan pembelajaran, tidak didasarkan pada kesenangan pribadi tenaga pengajar.
6.  Penggunaan beberapa media sekaligus akan dapat membingungkan peserta didik. Penggunaan multi media tidak berarti menggunakan media yang banyak sekaligus, tetapi media tertentu dipilih untuk tujuan tertentu dan media yang lain untuk tujuan yang lain pula.
7.  Kebaikan dan kekurangan media tidak tergantung pada kekonkritan dan keabstrakannya saja. Media yang konkrit ujudnya, mungkin sukar untuk dipahami karena rumitnya, tetapi media yang abstrk dapat pula memberikan pengertian yang tepat.

POLA PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN
Secara umum pola penggunaan media pembelajaran dikelompokkan menjadi dua yaitu pola penggunaan di dalam kelas dan pola penggunaan di luar kelas. Pola penggunaan di dalam kelas atau pada pembelajaran tatap muka, media pembelajaran digunakan untuk menunjang penyajian materi pembelajaran sehingga lebih mudah dipahami peserta didik yang pada akhirnya tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dapat tercapai dengan baik. Sedangkan pola penggunaan media pembelajaran di luar kelas, media pada umumnya digunakan untuk belajar mandiri dan belajar jarak jauh. Media yang digunakan antara lain modul, kaset/CD, VCD dan internet.   

LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN
Media pembelajaran yang telah dipilih agar dapat digunakan secara efektif dan efisien perlu menempuh langkah-langkah secara sistematis. Ada tiga langkah yang pokok yang dapat dilakukan yaitu persiapan, pelaksanaan/penyajian, dan tindak lanjut.

1. Persiapan
Persiapan maksudnya kegiatan dari seorang tenaga pengajar yang akan mengajar dengan menggunakan media pembelajaran. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan tenaga pengajar pada langkah  persiapan diantaranya:
a)      membuat rencana pelaksanaan pembelajaran/perkuliahan sebagaimana bila akan mengajar seperti biasanya. Dalam rencana pelaksanaan pembelajaran/perkuliahan cantumkan media yang akan digunakan.
b)  mempelajari buku petunjuk atau bahan penyerta  yang telah disediakan,
c)   menyiapkan dan mengatur peralatan yang akan digunakan agar dalam
pelaksanaannya nanti tidak terburu-buru dan mencari-cari lagi serta peserta
didik dapat melihat dan mendengar dengan baik.

2.      Pelaksanaan/Penyajian
Tenaga Pengajar pada saat melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran perlu mempertimbangkan seperti:
a)      yakinkan bahwa semua media dan peralatan telah lengkap dan siap untuk
digunakan.
b)   jelaskan tujuan yang akan dicapai,
c)   jelaskan lebih dahulu apa yang harus dilakukan oleh peserta didik selama
proses pembelajaran,
d)   hindari kejadian-kejadian yang sekiranya dapat mengganggu
perhatian/konsentrasi, dan ketenangan  peserta didik.

3. Tindak lanjut
Kegiatan ini perlu dilakukan untuk memantapkan pemahaman peserta didik tentang materi yang dibahas dengan menggunakan media. Disamping itu kegiatan ini dimaksudkan untuk mengukur efektivitas pembelajaran yang telah dilakukannya. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya diskusi, eksperimen, observasi,  latihan dan tes.

PENUTUP
Media pembelajaran merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Media pembelajaran sangat banyak macamnya, tentunya tidak digunakan sekaligus. Untuk itu perlu dipilih secara cermat, media mana yang lebih tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Ada beberapa kriteria dan langkah yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media. Kriteria yang dimaksud  yaitu tujuan pembelajaran, keefektifan, karakteristik peserta didik, ketersediaan, kualitas teknis, biaya, fleksibilitas, kemampuan orang yang menggunakannya dan waktu yang tersedia. Langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran yaitu kegiatan penerangan atau pembelajaran dan tentukan transmisi pesan.
Tentukan karakteristik pelajaran,  Klasifikasi media, dan Analisis karakteristik masing-masing media.  Betapapun baiknya media yang telah dipilih, bila tidak digunakan dengan baik tentunya tidak banyak manfaatnya. Dalam penggunaan media pembelajaran terdapat dua pola yang dapat dilakukan yaitu pola penggunaan di dalam kelas dan pola penggunaan di luar kelas. Adapun prosedur pokok yang dapat dilakukan dalam penggunaan media pembelajaran yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut.

DAFTAR PUSTAKA

Anderson, Ronald H. (1976). Selecting and Developing Media for Instruction,. Westcounsin: ASTD.

Arief S. Sadiman, dkk. (1990). Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya). Jakarta: CV. Rajawali

Azar Arsyad. (1997). Media Pengajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.