Bulan Juni akhirnya datang juga.
Kalo bulan Mei kemarin sih full banget sama berbagai kegiatan ke luar kota. Iya, kegiatan yang cukup menguras banyak uang dan tenaga tapi sangat menyenangkan dan mengesankan. Mei begitu istimewa deh pokoknya.
Lalu, bagaimana dengan Juni ?
Hmm, kalo di Juni ini sepertinya akan ada sesuatu yang baru.
Sesuatu yang akan merubah rutinitas kegiatan sehari-hari.
Dan aku harus siap. Harus.
Karena ini pilihanku sendiri.
Semoga pilihan ini membawa keberkahan dan diridhoi Allah SWT.
Amin.

Twitter sama facebook tempat biasa berkomunikasi & mencurahkan keluh kesah rasanya sekarang menjadi terlalu bising, terlalu ramai, terlalu banyak yang hilir mudik.
Entah kenapa bawaannya pengen sendiri, pengen menghilang dari kerumunan banyak orang.
Bhakti bilang itu tanda transisi pemikiran. Apa maksudnya ?
Mungkin maksud bocah yang satu itu transisi pemikiran aku bakalan jadi lebih dewasa.
Iya, mungkin. 

Gak kerasa ternyata setelah libur hampir satu bulan setengah akhirnya kami para mahasiswa Universitas Negeri Semarang mulai masuk kuliah lagi.
Dan gak kerasa juga ternyata buat saya yg kemarin baru menempuh semester satu, sekarang udah semester dua lagi aja.
Eh bentar lagi semester tiga, terus pilih konsentrasi jurusan, dan punya adik tingkat.
Ya Allah, bener-bener ya perjalanan hidup pelan tapi pasti mengalir begitu aja #apasihni-_-
Dikarenakan saya udah semester dua jadi kayanya predikat mahasiswa baru alias maba udah luntur deh.
Udah bener-bener jadi mahasiswa dan anak kos seutuhnya.
Semester satu kemarin belum rezekinya buat dapet IP cumlaude nih.
Jadi di semester dua ini dapet 22 SKS lagi, sama kaya semester satu.
Ada beberapa Dosen yang baru dan ada juga beberapa Dosen yang udah pernah ngajar pas semester sebelumnya.
Mata kuliahnya masih belum banyak yg praktik, kebanyakan masih teori.
Kayanya nanti deh di semester tiga baru tuh bejibun yang praktik-praktik.
Wah semester baru harapan baru semangat baru. Harus lebih baik dari semester satu kemarin pokoknya.
Gak ada tawar menawar. Fighting !!!!

Daftar Mata Kuliah di Semester Dua




Tiba-tiba rasa itu datang lagi. Rasa aneh, senang, sedih, dan entahlah apa itu.
Aku kira waktu 2 tahun itu akan cukup membuat 'rasa' antara aku dan kamu hilang.
Ya setidaknya menjadi suatu 'rasa' yang biasa saja.
Tapi ternyata tidak.
Rasa itu, bagaimanapun juga, masih ada ternyata.
Konyol sekali rasanya melihat aku dan kamu, untuk saat ini, sudah tidak bisa lagi menjadi kita.
Sedangkan aku dan kamu masih sama-sama saling memiliki 'rasa' itu.
Tapi hanya karena kata MALU dan GENGSI aku dan kamu berhasil menutup semua 'rasa' itu.
Padahal orang-orang di sekeliling aku dan kamu tau akan hal itu.

Hei, kamu, dengarkan aku.
Aku dan kamu sudah tidak bersama lagi sekarang dan entah akan bersama lagi atau tidak.
Tapi hanya satu hal yang aku ingin kamu tau.
Aku selalu mengingat semua perkataan kamu ketika kita berpisah 2 tahun yang lalu.
Aku mengingatnya.
Dan aku berhasil membuktikan kalau apa yang kamu katakan itu salah.
Malah ternyata kamu yang lebih dulu menemukan aku yang lain.
Selamat.

Saat ini aku hanya ingin kamu tau satu hal.
Biarkan aku dan kamu mengejar apa yang ingin aku dan kamu capai.
Biarkan aku dan kamu melakukan apa yang memang ingin aku dan kamu lakukan.
Dan biarkan aku dan kamu meraih semua cita-cita yang ingin aku dan kamu raih.
Dunia aku dan kamu berbeda.
Jadi, biarkan aku dan kamu berjalan sesuai dengan jalannya masing-masing.
Karena, percayalah, ketika waktunya tiba.
Ketika aku dan kamu memang ditakdirkan Allah akan bersama.
Maka aku dan kamu akan menjadi kita lagi suatu hari nanti.
Biarkan waktu yang menjawab semua ini.
Percayalah, ketika waktunya tiba semuanya akan indah.
Percayalah, Allah akan memberikan yang terbaik untuk aku dan kamu.