Dampak
Penggunaan YouTube dalam Dunia Pendidikan
Oleh:
Nia Faridawati Rustandi
Dewasa
ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai bidang
berkembang sangat pesat. Sudah tidak ada batas antara dimensi ruang dan waktu dalam
mengaksesnya. Dimulai dari penemuan telepon, faximile, peager, handphone,
komputer, sampai ke internet yang memang tujuannya untuk mempermudah komunikasi
antar sesama manusia. Semua penemuan tersebut telah mengubah pola pikir dan
perilaku individu penggunanya. Salah satunya yang paling faktual saat ini
adalah penggunaan internet dengan berbagai fasilitas yang terdapat di dalamnya.
Melalui internet semua orang dapat melakukan apa saja yang diinginkannya dan
untuk mengaksesnya terbilang mudah karena saat ini hampir semua tempat telah
memiliki jaringan internet.
Kehadiran
internet telah mempermudah setiap individu dalam mendapatkan informasi,
termasuk dalam mendapatkan ilmu baru. Hingga akhirnya menjadikan internet
sebagai salah satu media pembelajaran dalam dunia pendidikan yang memang sangat
membantu proses pembelajaran antara pengajar dengan para pelajar. Internet yang
awalnya bermula pada tahun 1969 ini telah membuat inovasi baru dalam dunia
pendidikan. Banyak fasilitas atau fitur yang diberikan internet, dimulai dari
fasilitas untuk mencari data, menjalin komunikasi dengan orang-orang yang belum
dikenal, membuat suatu forum diskusi, men-download dan meng-upload data, sampai
menonton video-video terbaru atau bahkan yang sudah lama berlalu.
Dalam
perkembangan proses pembelajaran saat ini, metode guru menggunakan proyektor
untuk mempresentasikan suatu materi pelajaran saja sudah tidak aneh lagi. Guru
membutuhkan suatu metode baru agar siswa tidak mudah bosan dan memiliki
motivasi dalam belajar. Penggunaan video-video dalam pembelajaran pun menjadi
salah satu alternatif variasi metode para guru dalam mengajar. Seiring dengan
menjawab kebutuhan tersebut, di dalam internet tersedia sebuah situs web video
sharing atau berbagai video populer yang bernama YouTube. Situs berbagi video
dengan alamat web www.youtube.com ini
didirikan pada Februari tahun 2005 namun pada Oktober tahun 2006 diakuisisi
oleh Google. Umumnya para pengguna YouTube dapat memuat, menonton dan berbagi
klip video secara gratis. Sehingga para guru atau para siswa sekalipun dapat
dengan begitu mudahnya mengakses semua video yang mereka inginkan.
Melalui
YouTube, guru ataupun siswa dapat mencari video tentang pembahasan suatu materi
dalam bentuk audio visualnya agar lebih mudah memahami materi tersebut. Salah
satu contohnya yaitu video tentang proses pembuahan sel telur oleh sperma dan
proses terjadinya gunung meletus. Video tersebut akan sangat membantu guru mata
pelajaran Biologi dan Geografi dalam menjelaskan dan menerangkan kepada para
siswa agar mereka memiliki pikiran yang jelas mengenai materi tersebut serta
tidak berpikir abstrak. Terlepas dari proses belajar-mengajar antara guru dan
murid di kelas, YouTube juga membantu penggunanya dalam mempelajari suatu
hal-hal baru. Salah satu jenis video yang sangat membantu tersebut adalah video
tutorial. Melalui video tutorial seseorang dapat mempelajari suatu hal baru
dengan hanya menontonnya saja, melihat tahapan-tahapannya lalu mencoba
mempraktikkannya. Metode tersebut cukup efektif karena video tutorial juga dapat
didownload dan ditonton berulang-ulang hingga pengguna paham dan berhasil
mengaplikasikan ilmu yang ada dalam video tersebut. Selain itu juga ikut
menghemat biaya dan waktu apabila dibandingkan dengan harus mengikuti kursus
atau bimbingan kepada pihak-pihak tertentu.
Namun
seperti layaknya kebanyakan media pada umumnya, YouTube memiliki dampak positif
dan juga negatif dalam kehidupan
manusia, terlebih dalam dunia pendidikan. Dampak positif dari YouTube cukup
banyak dan memang terbukti efektif membantu menambah ilmu dan pengetahuan para
penggunanya. Selain video tutorial yang telah penulis paparkan diatas, melalui YouTube
para pengguna juga dapat mengetahui sebuah tempat yang belum mereka ketahui
sebelumnya, contohnya melalui akun Malesbanget.com yang memang isi dari
video-videonya mengenai perjalanan dua orang anak muda yang senang keliling
Indonesia dan tampilan videonya dikemas dengan cara yang anak muda sekali. Untuk
mengakses YouTube tidak diperlukan biaya sedikitpun alias gratis sehingga dapat
meminimalisir biaya dalam proses pembelajaran. YouTube juga bisa menjadi ajang
faktor penilaian dalam suatu mata kuliah, misalnya dalam mata kuliah
Sinematografi ada tugas untuk membuat film dan selanjutnya film tersebut
diupload ke YouTube dengan tujuan melihat seberapa besar animo publik terhadap
film tersebut. Sehingga respon dari publik terhadap film tersebut ikut
mempengaruhi faktor penilaian.
Lalu
sebagai seseorang yang memiliki akun di YouTube, pengguna juga dapat
meng-upload video hasil karyanya sendiri. Dengan begitu akan menstimulus daya
kreativitas penggunanya agar menghasilkan sebuah video yang berbeda dengan
video yang lain. Contohnya fenomena video lipsync lagu Keong Racun oleh duo
Sinta dan Jojo yang akhirnya menjadi perhatian khalayak umum karena dianggap
menghibur para penontonnya. Tidak hanya video lipsync saja namun video tentang
sekelompok orang yang awalnya sedang berdiam diri dan akhirnya menari
bersama-sama tak karuan saat ini juga tengah menjadi trend. Fenomena tarian yang disebut Harlem Shake tersebut telah
membius berbagai kalangan untuk ikut melakukan gerakan-gerakan tak beraturan yang
cukup kocak, unik dan juga untuk menghilangkan rasa jenuh. Hadirnya fenomena
video-video yang menghebohkan dunia di youtube ini menjadikan semua penggunanya
dapat dengan begitu mudah mengekspresikan kreativitas diri dalam bentuk video
yang dapat dilihat siapa saja. Sehingga apabila dilihat dari sisi sosialnya,
YouTube menjadi peyalur bakat dan kreativitas-kreativitas setiap orang yang
ingin berbagi karya serta ide-idenya kepada siapapun tanpa harus masuk terlebih
dahulu ke dalam salah satu program di televisi dan menjadi tolak ukur video
yang banyak dicari juga video yang menjadi pusat perhatian dunia.
Seiring
dengan banyaknya dampak positif dari YouTube, dampak negatifnya juga tidak
dapat dihindari. Video-video yang ada di YouTube kurang mendapat penyaringan antara video yang mencerminkan konten porno atau tidak
karena untuk men-download dan meng-upload dalam bentuk video tidak ada batasan
khusus sehingga masyarakat luas dapat secara bebas mengaksesnya. Guru
harus senantiasa mengingatkan para murid agar jangan sampai membuka video yang
melanggar norma agama dan norma susila. Menurut situs http://www.websejarah.com, YouTube juga pernah mendapatkan pemblokiran di beberapa negara
dan salah satunya di Indonesia karena terkait kasus video yang dibuat
oleh politisi sayap kanan Belanda, Geert Wilders berjudul Fitna. Namun hal
tersebut tidak berlangsung lama dan YouTube pun dapat diakses kembali oleh masyarakat
Indonesia.
Selain
itu YouTube juga dianggap sebagai ajang untuk menjadi artis instant atau artis
dadakan. Sebelum kemunculan YouTube, cara ampuh agar seseorang ingin dikenal
oleh masyarakat luas adalah dengan tampil dalam suatu acara televisi dan
terbilang cukup sulit. Sehingga untuk menjadi seorang bintang atau artis
terkenal dinilai sulit dan membutuhkan banyak perjuangan. Tetapi lewat YouTube siapapun
memiliki kesempatan untuk dikenal orang banyak meski tidak memiliki tujuan
ingin terkenal. Hal ini dianggap sebagai faktor kurangnya kualitas dari
artis-artis yang berawal dari YouTube karena tidak memakan proses yang cukup
lama. Maka muncul persepsi bahwa apabila seseorang
terkenal dengan cara yang instan maka kepopulerannya juga tidak akan bertahan
lama.
YouTube
dengan segala dampak positif dan negatif yang diberikannya memiliki esensi untuk
membantu komunikasi dan informasi bagi semua manusia. Manusia sebagai pengguna
harus menggunakan YouTube yang hanyalah sebuah situs yang bersifat netral,
dalam artian YouTube ini dapat digunakan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh
penggunanya, secara bijak dan bertanggungjawab. Karena ada sebuah pepatah yang
mengatakan bahwa semua yang berasal dari tanah akan kembali ke tanah, maksudnya
semuanya yang berasal dari manusia akan kembali pada manusia pula. Maka begitu
juga dengan gambaran dari fenomena YouTube yang tengah terjadi saat ini.
Semuanya tergantung manusia sebagai pengguna YouTube itu sendiri.
Dalam
pemanfaatan YouTube sebagai media pembelajaran yang interaktif juga tidak boleh
lepas dari pengawasan orangtua selaku wali murid dan masyarakat umum. Walaupun
guru adalah penanggungjawab dalam proses pembelajaran namun peran orangtua
sebagai pengawas anak di rumah tetap diperlukan. Oleh karena itu masyarakat
saat ini harus semakin cerdas dalam bertindak dan kritis dalam berpikir.
Jadilah masyarakat yang berorientasi masa depan dan juga tanggap terhadap
segala fenomena yang saat ini tengah marak terjadi demi terciptanya Indonesia
yang bermartabat dan berkarakter.


0 komentar:
Posting Komentar