Travelinglah Selagi Sempat

by 00.49 0 komentar

Indonesia memiliki potensi wisata yang begitu besar. Saking besarnya bidang ini pun mampu menyumbangkan devisa negara hingga US$ 10 Miliar.[1] Keindahan negeri ini terhampar dari Sabang sampai Merauke. Terdapatnya beraneka ragam suku dengan kebudayaan yang berbeda-beda di dalamnya juga membuat Indonesia semakin istimewa dalam keharmonisannya. Banyak turis asing yang jatuh cinta dengan keindahan Indonesia, bahkan hingga menetap di negeri kepulauan ini.Para turis mengatakan bahwa Indonesia itu menyenangkan karena biaya hidupnya yang murah dan juga karena orang-orangnya yang ramah.
Jika para turis yang berasal dari luar negeri sudah menikmati indahnya Indonesia, maka sebagai penduduk asli Indonesia kita pun seharusnya telah seperti itu. Karena jika bukan kita yang menikmati dan lalu mencintai potensi wisata negeri ini maka siapa lagi. Kebanyakan para turis hanya sekedar menikmati saja tanpa ikut menjaga sebab mereka berpikir itu bukan milik mereka dan memang kita lah pemilik sesungguhnya dari negeri khatulistiwa ini. Sehingga sudah merupakan kewajiban kita untuk senantiasa menjaga, mencintai, dan melestarikan seluruh potensi yang dimiliki Indonesia.
Namun menurut travel blogger, Trinity yang baru saja pulang long trip selama satu tahun, dalam suatu talkshow menyatakan bahwa minat orang Indonesia dalam bepergian atau traveling masih sangat rendah. Ketika dia berkunjung ke beberapa negara di Benua Amerika banyak penduduk disana yang bilang bahwa dia adalah orang Indonesia pertama yang mereka temui. Dalam pengamatan penulis pun memang kegiatan traveling masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Jangankan untuk traveling ke luar negeri, sekedar mengunjungi seluruh wisata yang ada dalam provinsinya saja sangat jarang.
Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, diantaranya ekonomi dan sosial budaya. Dalam hal ekonomi jelas terlihat bahwa untuk traveling harus mengeluarkan dana yang lumayan tidak sedikit. Walau begitu jika memang ada minat yang besar pasti semua kendala akan dapat diatasi. Misalnya dengan menabung melalui tabungan khusus setiap bulannya, mencari pekerjaan sampingan, dan menjadi travel blogger. Selain ekonomi ada pula keadaan sosial budaya di sebagian daerah yang kurang mendukung. Seperti adanya stigma dari orang-orang dengan pemikiran konservatif yang menyebutkan lebih baik di kampung halaman saja, di rumah saja. Disisi lain di beberapa daerah, traveling dianggap sebagai kegiatan yang menghambur-hamburkan uang. Traveling dianggap tak ada manfaatnya selain hanya sekedar bermain dan refreshing saja.
Menurut survei, 75 persen orang di atas 35 tahun menyesal tidak sering liburan sewaktu mereka muda. Ini adalah survei yang diadakan oleh perusahaan travel asal Inggris bernama Contiki Holidays. Dalam survei yang ditengok dari Daily Mail, Rabu (14/8/2013), disebutkan 3/4 responden berumur 35 tahun ke atas menyesal tidak terlalu sering liburan waktu muda. Survei tersebut menunjukkan bahwa sesungguhnya traveling adalah hal menyenangkan yang diinginkan oleh kebanyakan orang. Ketika menginjak umur 35 tahun ke atas kebanyakan orang sudah sibuk dengan rutinitas pekerjaan dan tanggung jawabnya dalam keluarga. Sehingga semakin berkurang lah waktu untuk dapat traveling sepuas dan sebebas mungkin.
Sesungguhnya manfaat dari traveling tidak hanya sekedar bermain dan refreshing saja. Dengan traveling pemikiran kita dapat lebih luas lagi karena kita melihat, mendengar, berbicara, dan berjalan lebih banyak. Traveling membuat kita menjadi pribadi yang dapat hidup dalam perbedaan. Bergaul dengan lingkungan yang heterogen merupakan suatu hal yang sudah biasa dalam traveling. Mengenal lebih banyak teman, kebudayaan, dan lingkungan menjadikan seorang traveler lebih toleran dan empati terhadap lingkungannya. Selain itu orang yang hobi traveling sudah jelas akan memiliki fisik yang lebih bugar sebab lebih banyak melakukan aktifitas di luar ruangan sehingga bergerak lebih banyak.
Satu hal yang tak kalah penting dalam traveling adalah pengalaman. Pengalaman merupakan sesuatu yang sangat berharga karena pengalaman mampu mengajarkan kita banyak hal. Dengan pengalaman kita dapat menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih matang dari sebelumnya. Dengan pengalaman pula lah kita memiliki banyak tabungan cerita yang bisa dibagikan dengan keluarga, teman, juga satu yang tak bisa dilupakan, dengan anak-cucu kita kelak. Traveling sungguh sangatlah menyenangkan. Dengan traveling kita bisa berpetualang untuk menantang kemampuan diri sendiri. Maka ketika ada waktu luang sempatkanlah untuk traveling sebanyak mungkin.
Waktu yang paling pas untuk traveling adalah ketika menjadi mahasiswa. Mahasiswa merupakan golongan yang paling bebas dari beberapa golongan lain seperti anak sekolah dan pekerja. Mahasiswa memiliki waktu yang lebih banyak dari yang lainnya, seperti libur 2 hari dalam sepekan dan libur kuliah yang bisa memakan waktu 1 sampai 3 bulan. Status mahasiswa yang kebanyakan belum menikah dan jauh dari orangtua juga membuat mahasiswa lebih bebas untuk melakukan apapun. Selagi kebebasan itu digunakan untuk suatu hal yang bermanfaat rasanya sah-sah saja. Mahasiswa yang senang traveling pun tentunya akan lebih mandiri karena sudah mampu untuk menentukan destinasi wisata, waktu perjalanan, dan budget sendiri.
Hidup di dunia ini hanya sekali. Sayang jika harus dilewati dengan hal yang itu-itu saja. Masih banyak tempat indah di Indonesia, terlebih di dunia, yang bisa dikunjungi dan masih banyak lagi kebudayaan nan unik yang bisa dieksplorasi. Dinginnya Ranu Kumbolo, birunya pantai Pandawa, ramainya pos ketan di Alun-Alun Batu, dan jingganya senja di Bukit Moko menunggu Anda untuk datang menghampirinya.
Don’t tell me how educated you are, tell me how much you travelled. - Mohamed

Nia Faridawati Rustandi

Developer. Author.

Hi, I'm Nia. Muslim. Sundanese Girl. 20 y.o. Love to be traveler. Fan of indie music. Student of Semarang State University.

0 komentar:

Posting Komentar